Site icon Berita Kota Makassar

Deklarasi Agus-Aliyah Tunggu Hasil Survei

MAKASSAR, BKM — Tinggal selangkah lagi duet Agus Arifin Nu’mang dan Aliyah Mustika Ilham dipastikan maju berpasangan di pilgub Sulsel. Meski begitu, bakal calon gubernur Agus AN hingga saat ini belum bersedia memberikan kepastian kapan deklarasi akan dilaksanakan.
Ditemui di kantor gubernur Sulsel, Rabu (23/8), Agus yang tak lain wakil gubernur dua periode ini mengatakan, pihaknya tidak akan deklarasi jika belum ada kepastian dukungan dari partai dan calon pasangan yang akan mendampinginya.
“Masih berproses di partai. Kami tidak akan deklarasi kalau belum clear dukungan partai,” ujarnya.
Selain masih melakulan lobi-lobi partai, Agus saat ini juga sudah mulai mengamati dan menunggu hasil survei terkait calon pendamping yang memiliki elektabilitas tinggi.
Saat ini, ada tiga nama yang digadang-gadang sebagai calon pendamping Agus. Yakni Luthfi A Mutty, Andi Nurpati, dan Aliyah Mustika Ilham.
Menurutnya, sekarang ini dia bersama para kandidat wakil gubernur tersebut sepakat untuk sama-sama melakukan sosialisasi sambil mempelajari hasil survei ketiganya. “Kita lihat survei untuk wakil. Kalau bukan akhir bulan ini, awal bulan depan. Kita akan realistis melihat siapa punya prospek dan tren naik,” ungkapnya.
Namun, dia menambahkan, untuk sementara, dari tiga kandidat yang bakal mendampinginya di pilgub mendatang, Aliyah yang paling aktif melakukan sosialisasi di lapangan. “Mungkin timnya Pak Ilham yang bekerja. Ini yang responnya di lapangan cukup bagus,” jelasnya.
Terkait dukungan partai, Agus mengatakan saat ini sudah fix mengantongi usungan PBB dan PKB. Sementara Gerindra, PKS, dan Demokrat masih berproses di internal DPP masing-masing partai.
“Pokoknya saya akan segera melakukan deklarasi setelah semua sudah clear. Kita sudah bekerja,” pungkasnya.
Soal besarnya peluang Agus untuk berpaket dengan Aliyah dibanding Luthfi dan Andi Nurpati, dibenarkan pengamat politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad. Firdaus menilai jika peluang Agus-Aliyah cukup menjanjikan bila Gerindra dan Demokrat berkoalisi mengusungnya.
“Keduanya saling melengkapi. Termasuk basis dan geopolitiknya. Agus sekarang mengantongi 3 suara dari PKB,” ujar Firdaus.
Dosen politik Unismuh Makassar Dr Luhur M Prianto juga berpendapat sama. Menurut Luhur, peluang Agus untuk tampil di kontestasi juga ditentukan wakilnya. Sehingga berpasangan Aliyah Mustika Ilham dengan gerbong Demokrat nya menjadi hal yang sangat mungkin terjadi.
“Artinya, bahwa sepanjang Aliyah bisa membawa gerbong Demokrat, maka pasangan Agus-Aliyah bisa terjadi. Tentu ada juga rivalitas, negosiasi dan kompromi di internal Partai Demokrat untuk sampai ke pasangan ini,” ujar Luhur.
Menurutnya, Agus dan Aliyah memiliki karakter pemilih yang berbeda, secara geopolitik dan geostrategis. Agus tentu bisa mengandalkan sebagian pendukung “Sayang” dan pemilih kultural dari basis Nahdiyyin, serta pemilih pedesaan dari geopolitik Ajattappareng dan juga Bosowa.
Sementara Aliyah dengan dukungan spartan pemilih urban dari kekuatan jejaring Ilham Arief Sirajuddin dan basis keluarga di Luwu Raya, tentu bisa menambah dukungan elektoral.
“Kedua pasangan ini hanya perlu membagi peran dalam kerja-kerja elektoral. Mereka juga belum memiliki infrastruktur pemenangan yang bekerja terstruktur dan sistematis untuk langkah-langkah elektoralnya,” jelas Luhur.
Dosen politik Unibos 45 Dr Arief Wicaksono bernada hampir sama. Ia bahkan mengklaim pergerakan Agus dan Aliyah mulai terbuka. “Saya lihat paket Agus-Aliyah nampaknya mulai bergerak serius untuk pilgub Sulsel 2018. Kalau upaya mendapatkan dukungan parpolnya strategis, mungkin akan lebih dinamis ini pilgub. Karena sudah ada empat kursi dari PKB dan PBB. Tinggal mengupayakan supaya cukup minimal 17 kursi. Intensitas Agus berkomunikasi dengan Gerindra dan Demokrat juga cukup tinggi, sehingga targetnya akan lebih mudah. Karena baik Demokrat atau Gerindra sama-sama punya 11 kursi di DPRD Sulsel,” ujar Arief. (rhm/rus)

Exit mobile version