MAMUJU, BKM -– Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI PPTP Kemenhan Provinsi Sulbar, menggelar Forum Group Discussion (FGD) penyelenggaraan pertahanan negara. FGD ini berlangsung di ruang pertemuan lantai 2, kantor gubernur Sulbar, Selasa (22/8).
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar pada kesempatan tersebut mengharapkan, FGD dapat meningkatkan wawasan dan kewaspadaan bersama, serta sinergitas pembangunan dapat diwujudkan sebaik-baiknya.
Pada forum yang diikuti 40 peserta tersebut, lelaki yang pernah menjabat bupati Polman dua periode tersebut memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan RI atas pelaksanaan FGD tersebut. Ia juga menyampaikan beberapa indikator yang perlu menjadi perhatian bersama. Misalnya pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, SDM, dan faktor keamanan.
”Ancaman-ancaman non militer seperti ini yang dapat merusak kondisi harmonis di daerah kita, utamanya kemiskinan dan sosial budaya,” kata Ali Baal Masdar.
Ali Baal melanjutkan, peran aparat kepolisian dan TNI sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat juga salah satu hal yang dapat mewujudkan visi misi gubernur, dengan menegakkan hukum, perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat, sehingga menciptakan rasa aman.
Kepala Pejabat Pelaksana Tugas (PPTP) Kemenhan Sulbar, Kolonel Sus Rudyanto pada kesempatan tersebut juga menyampaikan, salah satu tujuan diselenggarakannya FGD tersebut agar dipahami perlunya sinergitas pembangunan di Provinsi Sulbar dalam menghadapi ancaman-ancaman non militer di tengah-tengah masyarakat.
”Ancaman tersebut dapat berupa ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi (cybercrime) dan keselamatan umum,” beber Rudiyanto.
Rudyanto melanjutkan, FGD Penyelenggaraan pertahanan negara tersebut ikut mendukung terwujudnya suasana aman dan kondusif bagi masyarakat. Juga, dapat mewujudkan Provinsi Sulbar yang maju dan malaqbi,” tandasnya.
Pada FGD tersebut membahas tiga materi, yakni materi penyelenggaraan regulasi dalam pembangunan Sulbar untuk mendukung pembangunan ekonomi dan sosial budaya di Provinsi Sulbar yang disampaikan Asisten Tata Pemerintahan, Nur Alam Tahir.
Untuk materi strategi pembangunan ekonomi dan sosial budaya di perkotaan dan pedesaan Provinsi Sulbar yang disampaikan, Hasanuddin, dan materi pertahanan negara dalam ancaman non militer, disampaikan Kasrem 142 Tatag, Priyono.
Juga hadir dalam FGD tersebut, Asisten Tata Praja, Agussalim Tamadjoe, perwakilan Kapolda, AKBP Muh Ikbal, Kasi Intel Rem, Letkol Kavaleri Thomas Rubianto, perwakilan BNN Sulbar, perwakilan BIN Sulbar, pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar, instansi vertikal dan organisasi massa. (ala/mir/c)