Site icon Berita Kota Makassar

Perwira Korem 142 Tatag Serius Ikuti Literasi Media Tangkal Radikalisme

MAMUJU, BKM — Masalah penanggulangan terorisme memang sangat komplek. Sehingga harus dilakukan pencegahan sejak dini pada generasi muda. Untuk itu, dianggap perlu mengadakan kegiatan literasi media sebagai upaya cegah dan tangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat.
Pers mempunyai peranan sangat besar di tengah-tengah masyarakat tentang pemberitaan radikalisme. Media dapat menyaring dan menyampaikan berita yang membawa pesan perdamaian.
Bertempat di aula Hotel d’Maleo Mamuju, Kamis kemarin (24/8), dilaksanakan kegiatan literasi media dalam menangkal radikalisme. Tampak hadir Deputi I BNPT, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Kabinda Sulbar, Kasrem 142 Tatag, Letkol Inf Drs Priono, Karo Ops Polda, Dandim 1418 Mamuju, Kasi Intel Korem, Kapenrem, hadir pula insan penerangan dari Korem, Kodim, Polda, Pemprov, dan wartawan.
Sedangkan narasumber yang hadir, masing-masing Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dengan materi ‘Media dan Hoax’, Naskah dari PWI Sulbar, memberikan materi ‘Berita Hoax dan Radikalisme.
Adapun materi ceramah lainnya mengenal Bubble Syndrome sebagai upaya cegah tangkal radikalisme dan terorisme. Selain itu, dibahas pemanfaatan media sosial dan jurnalisme untuk membangun masyarakat basis dalam upaya mencegah tangkal radikalisme dan terorisme.
Deputi I BNPT, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, menyampaikan, kegiatan ini memberi gambaran kepada media. Terutama mengenai peran media dalam pencegahan terorisme. Sehingga tercipta sinergitas FKPT dengan media dalam menangkal radikalisme dan terorisme serta dibutuhkan kerjasama dari semua elemen masyarakat dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme. (ala/mir/c)

Exit mobile version