MAKASSAR, BKM — Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel melalui Unit 1 Subdit 3 Polda mendatangi proyek pembangunan RKB, asrama putra dan asrama putri Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di Kabupaten Gowa. Kedatangan petugas yang sebagian menenteng senjata itu, langsung melakukan penggeledahan ruangan.
“Tim Unit 3 Krimsus Polda Sulsel melakukan penggeledahan,di empat titik. Diantaranya di lokasi proyek, kantor PT Cahaya Insani Persada, dan Kantor Kementerian Agama Sulsel. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan dugaan korupsi terkait pembangunan sekolah tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, kemarin.
Pembangunan MAN IC dilaksanakan sejak tahun 2015 oleh Kemenag. Anggarannya bersumber dari APBN sebesar Rp8,23 miliar. Pekerjaannya dilakukan melalui tender dan dimenangkan oleh PT Cahaya Insani Persada.
“Informasi sebelumnya, pada tanggal 6 Juli 2017 pernah dilakukan pemeriksaan fisik oleh ahli Unhas Makassar. Hasilnya, kualitas beton pada pekerjaan tersebut tidak memenuhi syarat sebagaimana yang dituangkan dalam kontrak yaitu K-225. Namun yang teralisasi di lapangan hanya kualitas beton antara K-102 sampai dengan K-122, sehingga di kategorikan sebagai gagal konstruksi,” jelas Dicky
Pantauan BKM kemarin, kantor PT Cahaya Insani Persada yang menjadi pelaksana MAN IC di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe digeledah polisi. Penggeledahan berlangsung pukul 12.00 Wita, Kamis (24/8/2017) di kantor CIP yang terletak di Jalan Andi Mallombassang, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Selain di kantor yang merupakan rumah dan kantor PT Cahaya Insani Persada, penggeledahan juga dilakukan polisi di Jalan KH Wahid Hasyim No 244 Sungguminasa, Gowa. Ini merupakan kantor PT Cahaya Insani Persada. Termasuk di kantor Kemenag RI Wilayah Sulsel di Jalan Nuri.
Pada saat penggeledahan, sejumlah anggota penyidik Tipikor Polda Sulsel memasuki kantor CIP yang letaknya berada di sebelah barat museum Istana Balla Lompoa.
Dari hasil penggeledahan, petugas menyita komputer dan satu tas ransel hitam berisi berkas milik PT Cahaya In?sani Persada. Barang yang disita itu langsung dinaikan ke sebuah mobil Kijang Innova warna putih
Dalam dugaan tindak pidana korupsi pada proyek tersebut, kata Dicky, sudah sembilan orang saksi diperiksa. Termasuk saksi ahli. Untuk menguatkan bukti maka dilakukan penyitaan dokumen .
Pembangunan sekolah yang bertaraf internasional yang berada di bawah naungan Kemenag RI itu terpaksa dihentikan sejak Juli lalu, karena dinilai konstruksi bangunannya tidak laik alias menyalahi ketentuan RAB (rencana anggaran belanja).
Proyek besar dari Kemenag melalui Dirjen Pendidikan Agama Islam itu seharusnya sudah beroperasi sejak tahun ajaran baru 2017-2018.
Kepala Kantor Kemenag RI Gowa H Anwar Abubakar yang dikonfirmasi, mengatakan pembangunan fisik MAN Insan Cendikia menggunakan anggaran tahun 2015 sebesar Rp8.230.000.000. Namun dalam pengerjaan pembangunannya dilakukan bertahap. Untuk tahap pertama dibangun asrama putra dan putri. Saat ini sekolah tersebut masih menunggu anggaran selanjutnya untuk perampungan pembangunan.
“Untuk anggaran 2017 ini sisa Rp5 miliar yang akan dicairkan. Namun pelaksana menunggu juknisnya dulu dari Kemenag Wilayah Sulsel dan dari pusat,” jelas Anwar. (sar-ish/rus)
Polisi Geledah Kantor PT CIP dan Kemenag Sulsel
