Site icon Berita Kota Makassar

Stand Sulsel Expo Dijual Hingga Rp63 Juta

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggelar pameran pembangunan Sulsel Expo, 24-29 Agustus di kawasan Centrepoint of Indonesia (CoI). Kegiatan ini dilaksanakan masih dalam rangkaian peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI.
Berbagai pihak turut serta dalam perhelatan tersebut. Mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), perbankan, UMKM, BUMN, BUMD, swasta, dan banyak lagi. Disiapkan 155 stand indoor dan 15 untuk outdoor.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel yang juga Ketua Panitia Sulsel Expo Jufri Rahman menjelaskan, pameran ini akan mengangkat “culture carnaval,” pesta rakyat, bazar murah, festival pemulihan duta investasi, dan budaya, presentasi produk, dan berbagai perlombaan.
Sulsel Expo ini juga akan menjadi ajang visualisasi hasil pembangunan Sulsel dan mengukur kinerja daerah sebagai pilar utama pembangunan nasional. Khususnya dalam sepuluh tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang.
Pameran pembangunan yang dibuka langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Kamis (24/8) malam itu menyisakan persoalan.
Beberapa OPD lingkup Pemprov Sulsel mengeluhkan mahalnya harga stand untuk mengikuti event tersebut.
Informasinya, setiap OPD harus membayar sewa tempat saja antara Rp40 juta sampai Rp60 juta. Itu diluar dekorasi yang ditanggung masing-masing OPD. Besarannya bisa sampai belasan juta.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo, mengatakan Disdik harus mengeluarkan Rp63 juta untuk sewa stand di ajang pameran.
Dia mengatakan seharusnya untuk OPD lingkup Pemprov Sulsel minimal lokasi atau tempat stand tidak disewa. Jadi tinggal standnya saja yang ada hitung-hitungannya.
Terkait persoalan itu, Jufri Rahman menegaskan jika kegiatan tersebut sudah dipihakketigakan. Jadi yang mengatur soal sewa lahan merupakan kewenangan pihak ketiga, dalam hal ini ditangani event organizer (EO) Debindo.
Untuk alokasi anggaran yang dikeluarkan Pemprov Sulsel menghadirkan Sulsel Expo ini, menurut Jufri, tidak ada dana khusus yang dikeluarkan. ”Karena pihak ketiga atau EO yang menyelenggarkan kegiatan itu langsung berurusan dengan peserta pameran,” ujar Jufri, kemarin.
Direktur Utama Debindo Mega Promo Jeffrey Eugene yang dikonfirmasi, mengatakan harga sewa stand masih sama dengan tahun lalu. Juga sama dengan harga stand saat pameran Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) bulan lalu di Karebosi.
Dia menerangkan, sewa stand juga sudah termasuk dengan berbagai rangkaian kegiatan yang ditampilkan untuk mewarnai Sulsel Expo.
“Harga ini nggak mahal. Karena kita juga buatkan acara pertunjukan di acara pembukaan dan setiap hari di panggung pameran. Dan sampai hari ini pameran Sulsel Expo tidak atau belum menggunakan sponsor,” ungkapnya.
Pameran Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan atau Sulsel Expo 2017 yang digelar tahun ini menargetkan jumlah pengunjung mencapai 120 ribu orang. Biaya stand yang dipatok untuk setiap meter persegi sebesar Rp2,95 juta per meter.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berharap melalui Sulsel Expo, masyarakat bisa tahu kerja-kerja pemerintah dan kemajuan yang telah dicapai selama ini.
“Sulsel Expo harus bisa menggambarkan apa yang sudah kita buat. Kasih lihat rakyat, betul bahwa Sulsel itu saat ini lebih maju, mandiri, dan modern,” kata Syahrul. (rhm/rus)

Exit mobile version