MAKASSAR, BKM — Biro Pembangunan, Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel mencatat masih ada 17 organisasi perangkat daerah (OPD) yang hingga saat ini belum memasukkan data penawaran lelang proyek ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sulsel. Sementara sekitar 30 OPD sudah melaksanakan pelelangan dengan posisi 30-40 persen sudah jalan.
Kepala Biro Pembangunan, Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel, Jumras menjelaskan posisi sekarang sudah masuk triwulan III. Seharusnya, progres pengadaan barang dan jasa sudah berada pada posisi 50 persen lebih.
Kendati yang belum memasuklan penawaran bukanlah proyek-proyek yang terlalu besar, namun katanya, tetap mengganggu kemajuan dan laporan penyerapan anggaran maupun fisik.
“Laporan penyerapan anggaran tidak seimbang sehingga harus diingatkan untuk segera melaksanakan lelang.
Dia menggambarkan, hampir sebagian besar proyek infrastruktur yang mengalami keterlambatan lelang. Seperti beberapa proyek jalan. Namun ditegaskan, khusus untuk jalan, pekerjaan tetap bisa dikebut karena menggunakan alat.
Berbeda dengan proyek pembangunan gedung. Karena kalau lambat bisa saja melewati tahun anggaran. Dia memberi contoh seperti proyek pembangunan gedung perawatan korban narkoba yang baru saja di-ground breaking akhir pekan lalu. Ada juga rencana pembangunan ruang perawatan di RSUD Haji yang hingga saat ini belum ditender.
Termasuk proyek besar, pembangunan dua tribun di Stadion Barombong yang hingga saat ini masih dalam proses pengajuan tender.
Namun, untuk proyek besar seperti Barombong, kata Jumras, Pemprov melaksanakan mekanisme membuatnya jadi dua paket pekerjaan. Jadi nantinya pembangunan dua tribun di Stadion Barombong akan dilaksanakan dua kontraktor. Metode itu selain bisa mempercepat penyelesaian pekerjaan, juga ada sinergi dalam persaingan kualitas kerja.
“Dengan model seperti itu, kota harapkan penyelesaian proyek Stadion Barombong bisa tepat waktu yakni akhir Desember, ” kata Jumras.
Data dari Biro Pembangunan, Pengadaan Barang, dan Jasa, tahun 2017 ini, ada 442 paket kegiatan yang bersumber dari APBD diusulkan 31 OPD yang harus ditender. Yang sudah selesai proses tendernya sebagai 259, dalam proses 76, sementara sisanya 107 belum ditender.
Sementara yang bersumber dari APBN, terdapat 54 paket kegiatan yang diusulkan 37 OPD. Yang sudah selesai tender sebanyak 22 paket. Dalam proses tender 13 paket dan sisanya sembilan belum ditender hingga saat ini. (rhm)