Site icon Berita Kota Makassar

Direktur Pascasarjana STIM-LPI Puji Program Perpustakaan Lorong BKM

MAKASSAR, BKM–Direktur Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIM-LPI) Makassar, Prof Dr H Tajuddin Malik, menilai, upaya yang dilakukan harian Berita Kota Makassar bersama Bank Sulselbar serta penerbit PT Erlangga dalam menyalurkan buku bacaan ke perpustakaan lorong merupakan ide positif.
Sebab, kata Tajuddin, kegiatan seperti itu merupakan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) guna mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas seperti dicita-citakan dalam konstitusi.
Tajuddin Malik menambahkan, melihat dari sudut akademis, perpustakaan lorong merupakan upaya transformasi diri dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi.
“Tak ada pertimbangan lain yang bisa menghalangi pengembangan SDM, sebab SDM merupakan faktor dasar kekayaan bagi suatu bangsa. Sebagai implementasinya, manusia yang aktif adalah yang mampu mengumpulkan modal, mengeksplorasi sumber-sumber alam, membangun infrastruktur, sosial, ekonomi, dan politik, serta melaksanakan pembangunan nasional,” jelasnya.
Demikian pula masyarakat yang bersekolah (schooling society) itu masih harus dikembangkan agar benar-benar menjadi masyarakat belajar yang memiliki gairah dan keganderungan terus menerus belajar sesuai dengan prinsip “long-life learning”, yakni menjadi masyarakat gemar membaca dan ganderung belajar. “Tidak ada jalan bagi kita kecuali segera membangkitkan kebiasaan masyarakat gemar membaca. Membaca harus dijadikan kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, Syamsuddin Syam, M.Pd dalam posisinya sebagai magister pendidikan sekolah dasar mengatakan, pustaka lorong yang dikembangkan Berita Kota Makassar, Bank Sulsel dan PT Erlangga adalah sebagai satu komitmen tertinggi yang harus terus dipacu dalam pengembangan minat baca.
Peraih adiwiyata mandiri tingkat nasional itu, memandang perpustakaan lorong bertujuan pengembangan minat baca, pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Warga lorong dapat menggunakan perangkat TIK untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. Dapat memberikan stimulus dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan dasar. Terutama mengakumulasi perbendaharaan kata dan bahasa. “Ini diperlukan karena pembentukan pikiran dalam bahasa, serta diperlukan controling dari pemerintah kota dalam pengelolaannya secara profesional, berkelanjutan dan berkesinambungan,” harap Syamsuddin Syam. (zai/war)

Exit mobile version