Site icon Berita Kota Makassar

Wagub Perintahkan Tertibkan Warung Remang-remang

MAKASSAR, BKM — Meningkatnya angka penderita HIV/AIDS di Sulsel kian mengkhawatirkan. Data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mencatat sudah sekitar 600 orang yang meninggal akibat HIV/AIDS. Dan dalam sehari, tiga orang terpapar penyakit mematikan tersebut.

Dengan capaian angka seperti itu, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengatakan, pemberantasan HIV/AIDS tidak sebatas pada sosialisasi maupun penyebaran pamflet, spanduk maupun poster tentang bahaya dan resiko tertularnya penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini. Lebih dari itu, pemerintah kota dan kabupaten harus tegas dalam tindakan salah satunya tertibkan warung remang-remang.
“Salah satu pemicu meningkatnya penderita HIV/AIDS tidak dipungkiri lagi memang dari lokasi seks yang ada di warung remang-remang. Tentunya penertiban harus dilakukan sebagai bentuk ketegasan,” tegas Agus Arifin Nu’mang, kepada wartawan, ketika membuka Pertemuan Koordinasi KPA Provinsi dan 10 kabupaten/kota prioritas dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Sulawesi Selatan, di Hotel Maxone Senin (28/9).
Wakil Gubernur Sulsel itu menambahkan, penularan HIV/AIDS bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya melalui hubungan seksual dengan pengidap HIV/AIDS. Yang jadi persoalan, ternyata banyak kasus dimana ibu rumah tangga baik-baik terkena atau terpapar HIV/AIDS dari sang suami yang sering jajan di luar. Seperti kasus yang menimpa seorang ibu. Karena suaminya seorang sopir truk yang ternyata kerap ‘jajan’di warung-warung plus atau remang-remang yang menyediakan jasa pemuas nafsu.
Apalagi, warung itu merupakan tempat persinggahan para sopir truk yang melakukan perjalanan lintas kabupaten dan kota di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya kepada mereka yang berpotensi menularkan HIV/AIDS.
“Saya minta bupati dan walikota menertibkan lokasi atau warung tempat persinggahan sopir truk, kalau perlu di sidak dan diadakan pemeriksaan darah,” pinta Agus.
Agus juga berharap bupati dan wali kota untuk menyiapkan anggaran yang cukup dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS yang begitu cepat dan variatif.
Sementara itu, Sekretaris KPA Sulawesi Selatan, Saleh Rajab menambahkan, penyebaran HIV/AIDS sangat cepat, bahkan melebihi kecepatan upaya kita untuk mencegah dan menanggulangi penyakit berbahaya itu.
Dia juga mengatakan, begitu cepatnya penyebaran HIV/AIDS sehingga terdapat tiga orang terjangkit penyakit tersebut dalam sehari.
Saleh Rajab juga mengatakan, penyebaran HIV/AIDS, bukan hanya menyebar kepada orang berisiko, seperti Penjaja Seks Komersial (PSK) atau pelaku penyimpangan seks dan penyalagunaan narkoba, tetapi kini telah menyebar dan masuk ke wilayah publik seperti ibu rumah tangga serta bayi dan lainnya. (rhm)

Exit mobile version