Site icon Berita Kota Makassar

Sidak Garam Halus di Pasar

Area pegaraman rakyat di dusun mondung, desa dasuk, kecamatan pademawu pamekasan madura. Terlihat petani garam sedang memanen garamnya yang ke enam kalinya dalam musim tahun 2014 ini, setiap kali panen di lahan seluas satu hektar memperoleh sekitar kurang lebih 7 ton garam. Jika cuaca mendukung, dalam 1 bulan bisa 2 kali panen, menurut pak eko (31) yang sedang mengais garam dengan alat “sorkot” / pengais, pak eko juga dibantu rekannya sesama buruh pengais garam pak johan (35), mereka dibayar 30 ribu rupiah per sekali borongan dalam 1 hektar lahan garam yang dipanen. Harga garam akhir-akhir ini turun dari Rp500.000,- menjadi Rp 450.000,- “menurut pak johan”.

TIGA sebelum perayaan Hari Raya Kurban atau Lebaran Idul Adha (H-3), Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Pa’baeng-baeng.
Sidak itu dilakukan untuk memantau pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang lebaran.
Dalam pantauan ini, hampir semua pedagang yang ditemui Syahrul mengeluhkan soal kelangkaan garam, terutama garam halus yang selama ini banyak dikonsumsi masyarakat.
Salah seorang pedagang, Nurhayati mengungkapkan stok garam halus sudah berhenti sejak 3 bulan lalu. Bahkan garam kasar beryodium yang ada saat ini, harganya juga mengalami kenaikan.
“Harga yang ada sekarang untuk garam kasar sekitar Rp3.500-Rp5.000 perbungkus (berat 500 gram). Sebelumnya hanya sekitar Rp1.000-1.500? perbungkus,” ungkapnya.
Pedagang lain, Hasna mengatakan hal yang sama. Bahkan menurutnya, untuk mendapatkan garam kasar pun sangat sulit.
Melihat kondisi ini, Syahrul Yasin Limpo langsung menelpon produsen pabrik garam halus. Dirinya meminta agar sebelum Idul Adha, stok harus kembali diadakan.
“Garam halus, yang berkurang suplainya dan harganya naik. Kalau barang sedikit otomatis harga naik. Saya langsung telpon pak Jon, katanya bahan bakunya di Jeneponto belum siap,” kata Syahrul.
Menurut Syahrul, panen garam di Jeneponto baru akan dimulai tanggal 4 September. Karena itu, dirinya meminta produsen memaksimalkan stok garam yang masih ada.
Terkait kondisi sembako lainnya, mantan bupati Gowa ini menjelaskan masih dalam keadaan normal. Bahkan menurutnya ada beberapa bahan pokok yang justru mengalami penurunan.
“Cenderung turun, terutama bawang dan cabai, kalau turun saya juga tidak senang. Karena petani dan pedagang tak dapat untung, seperti Cabai kecil bisanya Rp20 ribu sekarang tinggal Rp10 ribu perkilogram,” tutupnya.
Dari pantauan BKM, di Pasar Terong, sejumlah pedagang membeberkan penurunan harga kebutuhan pokok.
Di pasar tradisional tersebut harga bawang merah turun dari harga Rp40 ribu menjadi Rp25 perkilo dan bawang putih dari harga Rp35 rbu menjadi Rp25 ribu.
Salah seorang pedagang Irma, mengatakan, adapun harga kebutuhan pokok yang naik adalah daun sup dari harga Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu, cabai dari harga Rp15 ribu menjadi Rp30 perkilonya.(rhm-ppl)

Exit mobile version