SIDRAP, BKM — Upaya meningkatkan produksi hasil pertanian di Kabupaten Sidrap terus dilakukan guna mancapai swasembada pangan nasional. Hingga kini, Sidrap tak henti-hentinya melakukan inovasi teknologi.
Salah satunya tekhologi terpadu tanam Jajar Legowo (Jarwo) Super dengan Taro 36/37 menjadi tema kegiatan panen perdana di Lanrang Kecamatan Baranti, Selasa, (29/8).
Acara dikemas dalam panen perdana dan temu lapang dihadiri Kabag Litbang Kementan RI Dr Muh Syakir didampingi Sekkab Sudirman Bungi. Ada 32 hektar padi yang dipanen dalam acara ini.
Sekkab Sidrap, Sudirman Bungi mengatakan, Sidrap pada musim tanam Oktober-Maret tahun 2015 berhasil meraih penghargaan dari Kementan RI atas capaian target luas tanam sekaligus meraih penghargaan Gubernur Sulsel dalam rangka peningkatan produksi padi di atas 5 persen dimana Sidrap mencapai peningkatan 9,42 persen. Untuk tahun 2016, berdasarkan angka tetap BPS produksi padi Sidrap mencapai 587.982 ton, itu mengalami peningkatan dari tahun 2015 yang hanya 536.012 ton.
“Ini menunjukkan bahwa ada peningkatan produksi padi pada tahun 2016 sebesar 51.970 ton, atau naik sekitar 9,70 persen,” ungkap Sudirman.
Pemkab Sidrap melalui Dinas Pertanian, Ketahanan pangan dan Perikanan mendapatkan alokasi kegiatan Jarwo Super seluas 200 ha, dan kegiatan tersebut telah dilaksnakan di lima kecamatan masiing-masing, Watang Pulu, Baranti, Maritengngae, Pitu Riawa, dan Kecamatan Dua Pitue. Hasilnya lanjut Sudirman, dari hasil ubinan mencapai 8 kilogram atau setara dengan produksi 12,8 ton per hektar.
Menurutnya, capaian ini merupakan bentuk dukungan Pemkab Sidrap kepada pemerintah pusat, dan sekaligus merupakan hasil kerja keras dari berbagai stakeholder.
“Atas nama Pemkab kami menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Dinas Pertanian, Dandim 1420 Sidrap, Polres Sidrap dan semua pihak terkait yang telah bekerja keras mewujudkan swasembada pangan ini,” katanya. (ady/C)
Teknologi Jarwo Produksi 12,8 Ton
