MASA kepemimpinan H Sabirin Yahya sebagai bupati Sinjai kini telah berjalan empat tahun. Harus diakui jika tidak sedikit keberhasilan yang telah ditorehkannya.
Laporan: Muh Syahidin
BUKAN hanya bidang infrastruktur yang menjadi perhatian bupati yang karib disapa SBY ini. Upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) juga digenjot.
Ia juga mengawal pembangunan daerah dari pinggiran melalui pembangunan fasilitas perekonomian pedesaan, seperti yang menjadi harapan konsep Nawacita yang digulirkan pemerintah pusat, yaitu membangun dari pinggiran.
Keterisolasian wilayah karena kondisi geografis misalnya, juga tak dibiarkan berlangsung lama. Jalan dan jembatan yang menghubungkan antara satu dusun dengan dusun lainnya, maupun antardesa dalam satu kecamatan, sampai yang menghubungkan dua kecamatan, dihadirkan untuk meningkatkan mobilitas dan perekonomian masyarakat.
Sukses di tahun pertama kepemimpinannya membangun jalan tani, irigasi dan beragam fasilitas pembangunan desa, tidak membuat bupati jebolan APDN ini berpuas diri. Kota Kabupaten Sinjai yang selama ini banyak disorot, tak pernah luput dari perhatiannya.
Pasar Sentral Sinjai yang selama ini terkesan kumuh dan semrawut, berhasil disentuhnya tanpa riak. Selanjutnya mengantarkan para pedagang dan pembeli serta pelaku ekonomi lainnya menemukan suasana baru yang menyenangkan.
Keberhasilan yang ditorehkan dalam tahun pertama membangun Kabupaten Sinjai, terus mengalirkan dorongan arus pemenuhan kebutuhan pembangunan lainnya. Tidak terkecuali yang terkait keluhan kebutuhan air minum. Hal ini akan segera terwujud, menyusul percepatan pembangunan instalasi air bersih Balantieng.
Selanjutnya, dalam upaya pemerintah daerah menjawab harapan masyarakat akan pembangunan ibu kota Kabupaten Sinjai, maka kini di Jantung kota bermotto “Bersatu” ini telah berdiri kokoh sebuah tugu. Tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi keberadaan tugu yang sarat makna dan filosofi leluhur Sinjai ini, juga telah menjadi ikon kota kabupaten.
Sebagai bentuk komitmen pemerintahan SBY-Fajar, dalam mewujudkan visi misinya; Terwujudnya Sinjai Bersatu yang Sejahtera Unggul Dalam Kualitas Hidup Terdepan Dalam Pelayanan Publik, akhirnya diaplikasikan dalam Panca Abdi. Yakni mengabdi kepada masyarakat di bidang agama, pendidikan dan budaya, kesehatan, perekonomian dan infrastruktur.
Perlahan tapi pasti, visi misi pembangunan berhasil diwujudkan dalam karya nyata pemerintahan ini. Khusus dalam bidang keagaamaan, Pemkab Sinjai selama empat tahun terakhir secara intens memberikan bantuan pembangunan rehabilitasi masjid. Mulai dari kabupaten sampai pelosok desa.
Ada pula bantuan pemberangkatan umrah kepada kader PKK/posyandu berprestasi. Pemberian insentif kepada imam masjid dan imam desa. Bantuan kepada guru mengaji berprestasi juga menjadi perhatian pemerintah.
Kepedulian Bupati Sabin Yahya terhadap dunia pendidikan ditunjukkannya dengan memberikan perhatian serius, baik formal maupun non formal. SBY mengatakan, pembangunan pendidikan menjadi hal yang sangat penting dalam mewujudkan generasi yang berkualitas di Sinjai.
Karena itu, di bawah pemerintahannya ia terus melakukan inovasi, dengan memberikan bantuan dana pendidikan pada level sekolah dan perguruan tinggi, serta meningkatkan kualitas pengelolaan pembelajaran dan manajemen berbasis sekolah.
Sedangkan pada bidang kesehatan, pemerintahan ini terus berbenah dalam melakukan perbaikan terhadap program peningkatan pelayanan kesehatan dasar. Pelayanan kesehatan rujukan, kefarmasian dan keluarga berencana.
Sistem jaminan kesehatan bagi masyarakat. Pengembangan pola hidup sehat secara berkelanjutan dalam lingkungan masyarakat. Perbaikan pelayanan kesehatan di berbagai level. Termasuk peningkatan kualitas pelaku pelayanan kesehatan, serta perluasan jangkauan layanan ambulans di setiap kecamatan. Pengadaan mobil jenazah di delapan kecamatan di Kabupaten Sinjai berhasil diwujudkan.
Pada bidang pertanian, alokasi dana infrastruktur pertanian tahun ini akan direalisasikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur pertanian, serta pengadaan prasarana produksi teknologi pertanian tepat guna.
Untuk peningkatan perekonomian di sektor perikanan, tahun ini juga akan dilaksanakan pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah Perikanan. akan dibangun prasarana pusat pengolahan hasil produksi perikanan. Peningkatan sarana produksi peternakan, pengembangan sapi perah, pengembangan ayam kampung, pembangunan industri kecil dan menengah dengan memfasilitasi industri kecil dan menegah.
Sedangkan pada bidang perekonomiaan, khususnya di sektor pertanian, alokasi dana infrastruktur pertanian tahun ini sebesar Rp25 miliar lebih. Akan direalisasikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur pertanian serta pengadaan prasarana produksi teknologi pertanian tepat guna.
Pembangunan pasar juga menjadi perhatian pemerintah. Dibuktikan dengan dibangunnya tiga pasar di Kabupaten Sinjai. Yakni Pasar Rakyat Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Pasar Lappa Cenrana, Desa Lappa Cenrana, Kecamatan Bulupoddo, Pasar rakyat Lancibung, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan.
Pada sektor perikanan telah dilaksanakan pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah Perikanan. Akan dibangun prasarana pusat pengolahan hasil produksi perikanan.
Harapan publik akan pengembangan sektor kepariwisataan, tahun ini terjawab dalam bentuk program peningkatan sarana destinasi pariwisata. Dengan alokasi Rp1,25 miliar lebih, akan dilaksanakan pembangunan dan pengembangan sarana serta prasarana obyek wisata pulau Larea-rea di Kecamatan Pulau Sembilan.
Program pengentasan kemiskinan menjadi hal prioritas dalam kepemimpinannya. Pengentasan kemiskinan diwujudkan dalam bentuk program dan kegiatan pada SKPD teknis, dengan target sasaran stakeholder masing-masing.
Kebijakan penganggaran program pengentasan kemiskinan lebih ditekankan pada upaya peningkatan pendapatan keluarga miskin. OPD teknis bidang perekonomian diarahkan untuk melakukan pendampingan dan pembinaan keluarga yang menjadi stakeholder OPD tersebut.
Pada tahun ini, Pemkab Sinjai kembali menorehkan sejarah dan tentu akan menjadi catatan tinta emas. Karena ini kali pertama Kabupaten Sinjai mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), setelah 10 tahun menyandang opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Capaian prestasi itupun tidak membuat Sabirin harus berpuas diri. Melalui sentuhan tangan dinginnya, kembali diraih berbagai penghargaan tingkat nasional.
Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai menjadi berhasil keluar sebagai juara 1 Lomba Desa Tingkat Nasional regional III Sulawesi dan Kalimantan. Menyusul penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, yakni Inovasi Pelayanan Publik Top 40 Rumah Tunggu Kelahiran Bahari binaan Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai.
Ada pula puluhan penghargaan lain, baik di skala nasional maupun provinsi yang telah diraih Pemkab Sinjai di bawah kepemimpinan Sabirin Yahya. (*/rus)
