PAREPARE, BKM — Hari Raya Idul Adha 1438 H Jumat (1/9) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Parepare diikuti kurang lebih seribu orang. Mereka adalah warga dari keluarga narapidana serta warga binaan Lapas Parepare.
Sejauh ini Lapas Parepare membina 400 Napi dan didominasi kasus narkoba yang jumlahnya mencapai 300-an orang.
Salah seorang warga binaan Ancu Syam kepada BKM mengakui sudah sadar setelah melalui pengobatan di Pulau Jawa. Saat ini Ancu akan berencana menjadi aktivis anti narkoba. Karena narkoba merusak generasi bangsa.
“Saya sudah operasi mata kabur akibat narkoba sekarang saya sadari kalau adik-adik saya juga terlibat dan akan perangi yang namanya narkoba merusak generasi kita,” katanya.
Salah seorang pengunjung, Anas kepada BKM mengakui dia bersama enam rekannya, asli Makassar baru saja tiba di Lapas Parepare. Mereka baru diizinkan membesuk setelah shalat Jumat. Kasi Pengawasan dan Penegakan Disiplin Lapas Parepare Much Zaenal Fanani mengatakan semua makanan dan minuman dalam kemasan sachet atau bungkus harus diperiksa melalui petugas. Sebab berpotensi sebagai media penyelundupan narkoba dan barang larangan lainnya.
Sementara Abdul Rahman, sebagai petugas pengelola barang jualan koperasi LP mempunyai tanggung jawab terhadap barang makanan dan minuman kemasan sachet atau bungkus masuk LP. (mup/C)
Makanan Wajib Diperiksa Petugas
