MAKALE, BKM–Bakal calon gubernur yang juga Ketua Dewan Penasehat Forum Komunikasi Putra-putri TNI/Polri (FKPPI) Sulsel, Ichsan Yasin Limpo (IYL), membuka rapat kerja FKPPI Kabupaten Tana Toraja, Senin (4/9), siang.
Selain dihadiri IYL yang juga KetuaPMI Sulsel, rapat kerja digelar di Hotel Pantan, mendapat sambutan hangat dari ratusan pengurus dan anggota FKPPI kabupaten dan rayon.
Tak hanya itu, ketua FKPPI Luwu Andi Mudzakkar yang tak lain adalah bakal calon wakil gubernur juga secara khusus meluangkan waktunya hadir di Raker yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Rayon se-Tana Toraja. “Beliau (IYL) kita undang untuk membuka sekaligus memberikan pengarahan di Raker FKPPI,” kata Ketua Panitia Raker FKPPI, Toto Balalembang.
Andi Cakka-panggilan akrab Andi Mudzakkar mempertegas sikapnya terkait pluralisme dan keberagaman. Itu disampaikan saat didaulat memberi sambutan di rapat kerja.
Di depan IYL, Dandim 1414, Plt Sekda, Ketua PC FKPPI Toraja, Cakka mengurai kebanggaannya bisa aktif di organisasi kemasyarakatan ini.
Pasalnya, sejak dulu sampai sekarang, FKPPI sudah tuntas membahas kebhinekaan. Baik tentang Pancasila, undang-undang dasar, serta semangat nasionalisme. Sehingga tak ada lagi yang mesti diperdebatkan. “Di FKPPI kita tidak lagi mempersoalkan Pancasila, undang-undang dasar, dan kebhinekaan. Ini harga mati buat kita,” tegas Cakka yang juga Bupati Luwu dua periode ini.
Cakka juga memanfaatkan momentum tersebut untuk bernostalgia. Mengingat, ia lahir dekat perbatasan di Toraja, serta punya orang tua angkat di Tana Toraja. “Saya punya orang tua angkat di Toraja. Sejak kecil sampai sekarang, hubungan itu terawat. Itu sebabnya saya dekat dan tidak bisa dipisahkan dengan warga Toraja,” kata Cakka.
Di samping itu, selama dua periode menjadi bupati, hubungan persaudaraan dan keberagaman begitu terjaga, termasuk bagaimana memperlakukan orang Toraja seperti saudara. “Silakan tanya ke saudara-saudara kita yang ada di Luwu. Jangan ragukan kami soal keberagaman,”terang alumni program magister di UKIP Paulus ini.
Sebelum menutup, Cakka meminta izin kepada IYL untuk menggunakan bahasa Toraja. “Tae’ dikka sengku’, anna kamu ri indo, ambeku, na sangsiuluranku la kukampai tu dukunganmi (saya tidak punya uang, hanya ibu, bapak, dan saudaraku yang saya harapkan dukungannya),”ungkap mantan Ketua Golkar Luwu ini.
Dari Makale, IYL dan Cakka menuju Rantepao Toraja Utara. Kedatangan keduanya mendapat sambutan dari bupati Kalatiku Paembonan.
Kalatiku menjamu IYL-Cakka sebelum menghadiri apel siaga Abdi Merah Putih (AMP) se-Sulsel yang dipusatkan di Lapangan Bakti, Rantepao, Senin (4/9) sore.
Kalatiku yang sejak awal memang mensupport pasangan di Pilgub Sulsel. “Tolong buatkan kopi terbaik buat Punggawa,” kata Kalatiku kepada stafnya saat menerima IYL-Cakka di ruang kerjanya.
IYL sebagai pendiri AMP Sulsel, secara khusus mengenakan jaket AMP kepada Kalatiku yang tak lain pembina AMP di Toraja Utara. (gus/rif/d)
IYL-Cakka Buka Apel Siaga AMP di Torut
