Site icon Berita Kota Makassar

Kenalan di Sosmed, Dua Gadis di Maros Tertipu Puluhan Juta

MAROS, BKM — Malang betul nasib dua gadis belia asal Kabupaten Maros. Mereka tertipu puluhan juta rupiah oleh dua lelaki yang dikenalnya melalui sosial media (Sosmed), Facebook (FB). Kedua gadis belia tersebut, masing-masing RS (23) dan FT (22).
Menurut RS, dirinya telah menjalin hubungan asmara dengan seorang lelaki yang menyebut dirinya bernama David CS, anggota Polri berpangkat Bripka di Satuan Brimob Polda Palembang. Ia mengenal David melalui FB setahun lalu. Karena alasan ada kecocokan, keduanya memilih pacaran jarak jauh.
”Kami sudah kenal selama satu tahun dan melanjutkan dengan pacaran selama empat bulan terakhir. Dia mengaku anggota polisi di Palembang,” katanya saat ditemui di salah satu Warkop di Maros.
Karena sudah merasa dekat, RS tidak berdaya setelah pelaku meminta ditransferkan sejumlah uang dengan alasan untuk keperluan melamar dirinya. Beberapa kali RS mengirim uang ke pelaku. Totalnya mencapai empat juta rupiah. Pelaku beralasan butuh biaya transportasi untuk datang ke Maros dari Palembang melamar dirinya.
Tak berberhenti sampai disitu. Pelaku yang memiliki akun FB bernama Bayu Saputra, masih saja menghubungi RS untuk meminta uang tambahan dengan berbagai alasan. Karena merasa curiga, RS pun akhirnya memilih melapor ke polisi.
Lain halnya FT yang sudah tertipu hingga Rp40 juta. Pelakunya mengaku bekerja sebagai pelaut. Melalui akun FB, pelaku memasang foto lelaki tampan berpakaian pelaut, membuat korban pun kepincut. Selain memasang foto menarik, pelaku juga terbilang pandai berkata-kata dan merayu korbannya. Dia mengiming-imingi korban untuk segera dinikahi, namun butuh sejumlah uang untuk biaya macam-macam.
”Kejadiannya sekitar bulan lalu. Modusnya itu melalui FB. Mereka saling kenal dan akhirnya berpacaran. Tiap kali dimintai uang korban ini seperti terhipnotis dan mengirim uang ke pelaku,” beber TK, salah seorang kerabat FT.
Meski sudah merugi puluhan juta, kata TK, FT enggan melapor ke polisi karena merasa malu. ”Kami sudah sampaikan agar dia melapor, tapi dia tidak mau karena merasa malu,” tutupnya.
Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Jufri Natsir mengimbau warga untuk berhati-hati dengan modus seperti itu. Pasalnya, sudah banyak laporan polisi tentang penipuan dengan modus seperti itu. Jufri menyebutkan, pelaku penipuan dengan modus seperti itu biasanya bekerja secara profesional hingga sangat sulit untuk diungkap. Mereka sangat lihai dalam hal Informasi Teknologi (IT). (ari/mir/c)

Exit mobile version