Site icon Berita Kota Makassar

Tujuh OPD akan Dilelang Sebelum Desember

MAKASSAR, BKM — Masa jabatan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo hanya tersisa beberapa bulan ke depan. Selanjutnya akan dilakukan pemilihan gubernur untuk menentukan penggantinya.
Di sisa jabatannya itu, tercatat masih ada beberapa jabatan yang lowong atau diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Ada juga beberapa jabatan yang akan ditinggal pensiun oleh pejabatnya.
Berdasarkan data, hingga Desember mendatang, ada tujuh jabatan yang kosong.
Saat ini, tiga posisi diisi oleh pelaksana tugas yakni Kepala Biro Aset, Kepala Biro Umum, dan Dirut Rumah Sakit Khusus Daerah.
Sementara posisi yang akan ditinggalkan pejabatnya yang akan memasuki masa pensiun diantaranya dua staf ahli yakni Syamsu Alam Ibrahim dan Ahmad Mirring, Kepala Dinas Perkebunan Firdaus Hasan, dan Kepala Inspektorat Yusuf Sommeng.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menegaskan tetap akan dilakukan seleksi terbuka atau populer disebut lelang jabatan.
Cuma prosedurnya akan sedikit ribet karena lelang jabatan dilaksanakan di akhir-akhir masa jabatannya.
Namun, orang nomor satu di Sulsel itu mengemukakan tidak boleh ada yang macet dan bersoal dalam pemerintahan.
“Masih akan ada lelang jabatan. Tidak ada yang harus macet dan bersoal. Kalau ada yang pensiun dan pososinya kosong, itu harus dilelang, ” ungkapnya kepada wartawan, Senin (4/9) di Kantor Gubernur Sulsel.
Dia melanjutkan, di akhir masa jabatannya, dia tak ingin ada pekerjaan yang terbengkalai. Banyak aktifitas pemerintahan yang harus dirampungkan. Sehingga apapun aturan yang membatasi, jika menghalangi kerja-kerjanya untuk kepentingan rakyat, akan dilabrak. Termasuk terkait aturan yang mengatakan enam bulan sebelum masa jabatan berakhir, tidak boleh dilakukan mutasi atau lelang jabatan tanpa izin dari Mendagri.
“Banyak banget tugas itu. Harus rampungkan aktifitas pemerintahan. Sampai menit terakhir saya akan kerja untuk rakyat. Demi Allah. Kalau tidak siapa yang mau perbaiki republik kita. Lelang jabatan masih akan dibuka sekali lagi. Kalau untuk rakyat saya akan melawan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Latif menerangkan, pemprov tetap akan membuka lelang jabatan sekali lagi dimasa kepemimpinan Gubernur SYL. Asalkan tidak melampaui tahun ini.
Dari hasil hitung-hitungannya, jika pelantikan gubernur terpilih dilakukan 4 Maret mendatang, maka paling lambat 4 September dilakukan lelang jabatan. Tapi tentu saja itu tidak memungkinkan untuk dilakukan. Sehingga jalan satu-satunya adalah meminta ijin Mendagri untuk melakukan proses seleksi tersebut.
“Nah itu yang akan kita lakukan dalam mengisi jabatan lowong. Karena kalau tidak, enam bulanpi selesai dilantik baru bisa ada pengisian. Sehingga memungkinkan melakukan lelang dengan persyaratan tersebut. Dengan syarat mengisi jabatan kosong. Bukan melakukan mutasi,” ungkapnya.
Dia menegaskan, ada tujuh jabatan yang akan kosong hingga Desember mendatang. Sehingga diupayakan sebelum lewat bulan tersebut, proses lelang jabatan sudah rampung.
“Jadi Desember sudah bisa dilantik,” ungkapnya.
Untuk melaksanakan tahapan lelang jabatan, kata Abdul Latif, dalam waktu dekat pihaknya akan meminta ijin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). (rhm)

Exit mobile version