MAKASSAR, BKM – Sebanyak 4.760 mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti pesantren. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, pembukaannya dilaksanakan di Balai Sidang Unimuh Makassar, Selasa (5/9).
Rektor Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim membuka pesantren mahasiswa baru tersebut. Para peserta berasal dari tujuh fakultas. Masing-masing Fakultas Agama Islam, Sospol, FKIP, Ekonomi dan Bisnis, Teknik, Pertanian, dan Kedokteran. Selama pelaksanaan pesantren, maba didampingi ratusan mahasiswa senior.
Maba Unismuh untuk tahun ajaran 2017/2018 berasal dari 16 provinsi di Indonesia. Sulsel tetap mendominasi. Sementara provinsi lain, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT, NTB, Bali, Kalimantan, Gorontalo, Sulut, Sulteng, Sultra, Sulbar, Sumatera dan Jawa.
Rincian itu diperoleh setelah mereka diabsen satu-satu oleh Ketua BPH Unismuh Dr Ir HM Syaiful Saleh,MSi pada pembukaan pesantren maba. Hadir pula dalam acara ini Wakil Rektor I Ir Rachim Nanda, Wakil Rektor II Dr Andi Sukri Syamsuri, Wakil Rektor III Dr Muhammad Tahir, Wakil Rektor IV Ir HM Saleh Molla, dekan, wakil dekan, direktur dan para ketua-ketua lembaga se-Unismuh Makassar.
Rektor Rahman Rahim mengatakan, pesantren yang dilaksanakan selama tiga hari bagi mahasiswa baru Unismuh lebih kepada pendekatan moral. Juga untuk pengenalan mahasiswa baru terhadap kampus Unismuh. “Kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai pengganti Ospek,” tandasnya.
Rektor juga menyampaikan lima program strategis Unismuh. Yaitu peningkatan kualitas seluruh produk Unismuh, termasuk lulusannya, penelitiannya, pengabdian pada masyarakatnya, pengembangan sarana dan prasarana, pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyaan serta peningkatan kualitas kerjasama baik dalam maupun luar negeri.
Tentang pembinaan kemahasiswaan, Rahman Rahim mengatakan, yakni tercapainya indikator masa studi 3,8 tahun hingga 4 tahun dan IPK 4,0. Juga peningkatan kemampuan leadership dan softskill.
Ketua BPH Unismuh HM Syaiful Saleh dalam sambutannya mengatakan, pilihan para maba kuliah di Unismuh Makassar sudah tepat. “Saya sebagai pihak yang diberi amanah, mengucapkan terima kasih kepada ananda dan juga kepada orang tuanya yang telah mempercayakan anak-anaknya kuliah di Unismuh. Kepercayaan ini tentu saya harus jaga dengan baik,” ujar Syaiful.
Mantan Asisten II Pemkot Makassar ini menyampaikan kepada mahasiswa baru yang ikut kegiatan pesantren ini betul-betul serius mengikutinya. Karena banyak pelajaran penting yang disampaikan perlu untuk diketahui.
Dikatakan, mahasiswa Muhammadiyah memiliki ciri disiplin mengikuti kuliah, tidak suka bolos, rajin ke kampus dan lainnya. ”Yang paling penting lagi adalah taat melaksanakan salat lima waktu tepat pada waktunya di masjid kampus,” tandasnya. (rls)
4.760 Maba Unismuh dari 16 Provinsi Ikut Pesantren
