Site icon Berita Kota Makassar

Debu dan Jualan Basah Karena Hujan

BERBAGAI macam barang dagangan dapat ditemukan di sepanjang Jalan Hertasing Baru. Mulai dari bahan pangan hingga pakaian.

Laporan: DIAN RAHMADANI

Hampir di setiap sudut terdapat pedagang kecil yang menjajakan barang jualannya. Ada yang menjual gorengan dan pedagang kaos.
Jualan kaos kaki, sangat dipengaruhi suasana sekitar. Kalau lagi musim penerimaan siswa baru pedagang bisa meraup banyak uang. Jika hari biasa tidak ada iven, maka sepi juga penghasilan yang dibawa pulang.
Itulah kondisi yang dialami, Nur, pedagang kaos kaki yang setiap hari berjualan di Jalan Hertasing Baru.
“Kalau lagi tidak penerimaan siswa baru dan anak masuk sekolah biasanya hanya tiga kaos kaki yang terjual. Beda jika ada momen atau iven seperti penerimaan siswa baru dan pertandingan futsal,” ujar Nur, kepada penulis.
Dibawa terik matahari siang kemarin, Nur, menambahkan, paling laris dibeli orang yakni kaos kaki anak-anak hingga anak sekolah dasar. “Memang berbisnis kaos kaki kadang musiman dan harus pintar-pintar melihat situasi atau momen. Saat menjelang tahu ajaran baru, ia bisa menjual tujuh lusin hingga delapan lusin kaos kaki. Namun, saat sepi, sehari bisa saja hanya laku satu hingga dua pasang,” katanya.
Menurut Nur, ia berjualan kaos kaki sudah lima tahun lalu. Ia setiap hari menjual kaos kaki untuk mencari nafkah dan mengumpulkan uang untuk membayar uang sewa lapak yang perbulannya Rp2 juta, uang listrik Rp150 perbulan.
Selain itu, ia juga menjual berbagai kebutuhan berkendara motor seperti sarung tangan, masker wajah atau biasa disebut pelindung wajah.
Nur mengungkapkan bahwa usaha yang ia jalani adalah tidak lepas dari tuntutan ekonomi suka duka nya pun sangat terasa yang setiap hari nya terkena debu
Bahkan sering barang yang ia jual tak banyak laku dan basah karena terkena air hujan.
Hasil jualannya pun bisa digunakan untuk menyekolahkan anaknya. Ada beberapa jenis kaos kaki yang dijual yakni untuk penggunaan sehari-hari, bekerja, dan sekolah. Harganya pun bervariasi dari Rp10.000 hingga Rp12.000 per pasang. “Meski sedikit hasil berjualan kaos kaki masih bisa menutup keperluan hidup,” ujar Nur.
Nur juga tetap bersikap ramah kepada setiap pembeli meskipun mereka hanya melihat-lihat. Pelayanan terbaik ke pembeli merupakan aspek penting, agar mereka senang dan betah berlama-lama memilih kaos kaki. “kalau kita memperlihatkan muka musam, murung dan tidak bersahabat otomatis tak akan ada pembeli yang datang. Senyum salah satu penarik pembeli untuk datang melihat-lihat dan membeli dagangan kita,” jelas Nur. (*)

Exit mobile version