MAKALE, BKM — DPRD Tator Tator menyesalkan adanya penyaluran pupuk bersubsidi oleh Dinas Pertanian Tator dilakukan tidak tepat waktu.
Pupuk bersubsidi Urea, ZA, SP-36 dan NPK sering didistribusi ke Toraja tidak sesuai musim tanam. Petani terpaksa harus membeli pupuk dengan harga mahal hingga mengakibatkan cos produksi meningkat tajam.
Anggota Komisi II DPRD Tana Toraja, Paulus Paonganan mengatakan dari 16 pengecer pupuk bersubsidi di Tana Toraja rata-rata mengeluhkan distrubisi pupuk dari distributor sering terlambat.
Sebagai tindak lanjut dari informasi adanya kelangkaan pupuk tersebt anggota komisi II DPRD Tator Paulus Paonganan, Yariana Somalinggi, Andarias Buttutadik, Alexander Pantan Rante Allo dan Yakobus Tonglolangi melakukan kunjungan ke di dua kecamatan yakni Kecamatan Mengkendek dan Kecamatan Gandangbatiu Sillanan, Rabu (6/9).
Hasilnya, di pengecer pupuk Surya Tani di Ge’tengan Kecamatan Mengkendek sudah sembilan bulan, Januari-September 2017 belum menerima distribusi pupuk.
”Padahal kan empat jenis pupuk bersubsidi sangat dibutuhkan petani saat musim tanam,”ujar Paulus.
Parahnya lagi, sambung Paulus, jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah tidak seimbang dengan kebutuhan petani.
Karena itu dewan meminta Pemkab memberi perhatian penuh soal pupuk bersubsidi. (gus/C).
Dewan Sesalkan Penyaluran Pupuk
