MAKASSAR, BKM– Kota Makassar yang merupakan IbukotaProvinsi Sulawesi Selatan terpilih sebagai tempat pelaksanaan event Indonesia Water and Wasterwater Expo & Forum (IWWEF) 2017 oleh Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).
Event IWWEF yang tahun ini digelar selama tiga hari dari 6-8 September di Hotel Four Point by Sheraton dengan menampilkan pameran teknologi.
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo membuka langsung IWWEF yang disaksikan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Ketua Umum PERPAMSI, Rudie Kusmayadi dan beberapa bupati lainnya.
Dalam kesempatan itu Wali Kota Makassar menyampaikan bahwa air bersih menjadi persoalan yang begitu sangat penting. Sehingga tepat jika dilaksanakan IWWEF 2017 di Makassar bertepatan pada pelaksanaan event-event internasional di Kota Makassar seperti F8 2017.
Memanfaatkan moment tersebut, orang nomor satu di Kota Makassar memperkenalkan wisata kuliner dan potensi yang dimiliki Kota Makassar yang menjadi daya tarik tamu-tamu luar negeri datang berkunjung di Kota Makassar.
“Air di Kota Makassar sudah baik. Itu dapat ditahu dengan melihat dan merasakan ikan-ikan di Makassar itu baik,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Perpamsi, Rudie Kusmayadi menyampaikan untuk pertama kalinya, forum yang telah menjadi agenda rutin dalam membahas persoalan dalam kebutuhan air bersih digelar di luar dari pulau jawa. Dengan harapan dapat memulai pengembangan pembangunan wilayah di Indonesia bagian timur dengan menghadirkan pameran teknologi.
“Dalam event ini untuk membahas rencana pembangunan jangka menengah mencapai akses universal yang merata dan terjangkau untuk semua masyarakat,” jelasnya.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya juga mengatakan bahwa air telah menjadi sumber kebutuhan hidup. Negara yang baik dan memiliki masyarakat yang hidup sehat tentu memiliki air yang bersih. Maka dari itu, kewajiban mutlak yang harus dilakukan pemerintah dalam menjaga air sebagaimana fungsi dan peran.
Menurut Syahrul, Forum IWWEF yang digelar di Kota Makassar sebuah keputusan yang tepat dan penting untuk membahas kepentingan negara, daerah dan rakyat agar menjadi lebih baik. Dan untuk menjadikan negara yang baik, harus benar-benar memenuhui kebutuhan dan kepentingan rakyat dalam kebutuhan air.
“Oleh karen itu pemerintah tidak boleh membangun drainase ataupun lampu jalan yang indah kalau permasalahan air belum mampu diselesaikan dengan baik,” katanya. (arf)