WATAMPONE, BKM — Pengangkatan honorer di Kemenag Kabupaten Bone menuai masalah. Merebak isu bahwa pihak Kemenag Bone akan mengangkat tenaga sukarela yang baru sebagai tenaga honorer dengan fasilitas gaji dari pemerintah.
Padahal tenaga sukarela yang lama dan sudah lama mengabdi meski tanpa gaji diabaikan begitu saja dan tidak diusulkan sebagai tenaga honorer penerima gaji pemerintah.
Persoalan ini terungkap bermula dari bocornya informasi dari Kemenag Bone yang menyebutkan sejumlah tenaga sukerala yang baru akan di SK kan sebagai honorer sementara nama tenaga honor Akibatnya tenaga honorer yang lama mengaku kecewa karena pergantian dilakukan secara sepihak. Padahal mereka sudah mengabdi cukup lama di Kemenag Bone.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bone, HM Amin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya (6/9) Rabu meminta agar tenaga honorer yang telah mengabdi puluhan tahun mencari pekerjaan lain.
“Kita tidak berbicara tentang berapa lama mereka mengabdi, kita berbicara masalah kompetensi dan untuk SK melalui pengusulan Kepala KUA, mereka tahu apa yang mereka butuhkan dan itu sepenuhnya adalah hak mereka, kita tinggal menyetujui saja,” ujar Amin.
Sebelum pemberian SK pada 2018 mendatang, terlebih dulu mereka yang yang telah diusulkan akan menjalani tes. “Jika mereka gagal, barulah kita akan meminta agar Kepala KUA mengusulkan pengganti,”ujarnya Rabu (6/9).
Terpisah, Said yang merupakan kerabat salah satu tenaga honor yang merasa dirugikan mengaku kecewa atas komentar Kepala Kemenagn Bone.
“Masa begitu cara ngomongnya. Dia itu Kepala Kemenag tapi ngomongnya tidak mencerminkan etika agama tempatnya bekerja. Dia sama sekali tidak menghargai perasaan orang yang telah puluhan tahun mengabdi. Seharusnya sebelum berkomentar seperti itu, cobalah posisikan diri dulu, bagaimana jika dia yang berada diposisi para honorer tersebut” ungkap Said dengan nada kesal (amr/C)
Pengangkatan Honorer Kemenag Bermasalah
