Site icon Berita Kota Makassar

Ada Bakso Bakar Aneka Rasa di Even F8

EVEN Makassar International Eight Festival and Forum (F8) tahun 2017 kini tengah berlangsung di Anjungan Pantai Losari. Salah satu yang ditampilkan di tempat ini adalah sajian kuliner.

Laporan: Arif Alqadry

MENYEBUT nama bakso, mungkin diantara kita semua sudah mengetahuinya. Olahan makanan yang terbuat dari daging halus berbentuk bola kecil ini cukup banyak peminatnya. Karenanya, akan sangat mudah ditemui di mana saja. Mulai dari penjual bakso keliling menggunakan gerobak, hingga di stan-stan even kuliner.
Di pelaksanaan F8 2017, ratusan stan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) turut andil memeriahkan pegelaran even tahunan internasional ini. Mereka menjajakan makanan tradisional khas daerah masing-masing, hingga makanan kekinian yakni bakso bakar saus dan bakso rasa keju.
Bagi masyarakat banyak, menikmati hidangan bakso dengan campuran kuah itu sudah lumrah. Namun bakso bakar rasa keju mungkin hanya sebagian yang pernah mencobanya.
Stan bakso bakar Rock n Roll di lokasi F8 2017 hadir memanjakan pengunjung. Cukup mengeluarkan uang Rp15 ribu, pengunjung sudah dapat menikmati seporsi bakso bakar dengan aneka rasa sambil berkeliling di even F8 2017. Atau bisa menikmatinya di dalam stan.
Sudah tiga tahun terakhir ini, atau tepatnya pada 2015, Dinar, pemilik warung bakso bakar Rock n Roll berkreasi memanjakan lidah penikmat bakso, khususnya di Kota Makassar. Ia membuat bakso bakar aneka rasa seperti keju, daging sapi cingcang dan polos.
Selain bakso bakar, perempuan kelahiran Makassar, 3 Januari 1983 itu juga menyediakan es pisang ijo di stannya. Makanan tersebut merupakan menu khas Makassar.
Ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pembeli yang tak kunjung habis, awalnya Dinar mengaku menjual bakso bakar aneka rasa setelah menerima banyak permintaan dari pembeli bakso dengan rasa beda namun tetap sehat.
Awal 2015, Dinar mencoba mencari resep-resep bakso yang ada. Tak butuh waktu lama setelah mendapat resep pembuatan bakso keju, muncul lagi ide membuat bakso bakar dan sosis. Hasilnya, warung Rock n Roll semakin ramai dikunjungi.
Kepuasan pembeli menjadi prioritas yang terus dijaga Dinar. Variasi rasa bakso dan pelayanan yang baik menjadi kunci suksesnya. Dinar berhasil membuka beberapa cabang bakso bakar di Makassar dengan menyewa rumah toko (ruko).
“Banyak permintaan membuat bakso bakar aneka rasa. Memanfaatkan peluang usaha itu, kami menghadirkan bakso bakar dari daging sapi dengan aneka rasa. Sekarang ini sudah ada beberapa cabang. Diantaranya di Jalan Hartaco, Jalan Hertasning dan Jalan Adhyaksa,” sebutnya sembari melayani pembelinya.
Dalam membuat olahan bakso, menurut Dinar, tidaklah sulit. Seperti pada umumnya, bakso yang dibuat menggunakan bahan seperti tepung kanji dan daging sapi asli yang dihaluskan. Daging sapi dibelinya di Pasar Terong Makassar. Ia berbelanja di pagi buta. Itu untuk menghindari antrean panjang ketika hendak menghaluskan daging sapi.
“Bakso saya jual menggunakan daging sapi asli. Kita tidak mau mencoba ganti-ganti bahan dengan daging ayam, karena bisa mempengaruhi rasa baksonya. Seporsi bakso ada tiga biji dengan ukuran cukup besar. Kalau harganya rata dengan pilihan rasa,” jelasnya.
Meki telah membuka beberapa cabang penjualan bakso di Makassar dan cukup diketahui masyarakat luas, khususnya kalangan remaja, Dinar dibantu suaminya masih senang tampil di even-even kuliner, baik di Makassar ataupun luar kota.
Alasannya, dalam even seperti ini diriny bisa mendapat keuntungan yang lebih baik. Sekaligus memperkenalkan warungnya ke masyarakat luas.
Untuk even F8 ini, Dinar mengaku telah dua kali hadir dengan menyewa stan. Hanya saja, sewa stan F8 tahun ini dinilainya dibanding tahun sebelumnya.
“Memang, waktu pelaksanaan tahun ini lebih panjang. Ada lima hari dengan harga sewa Rp3,5 juta lima hari. Tahun lalu tiga hari hanya Rp1,5 juta. Kalau keuntungan lumayan juga, karena pengunjung setiap hari ramai,” kuncinya. (*/rus/)

Exit mobile version