Site icon Berita Kota Makassar

Dua Peristiwa Berdarah Terjadi di Bontoala

MAKASSAR, BKM — Dua peristiwa berdarah terjadi di di tempat berbeda dalam wilayah hukum Polsek Bontoala. Masing-masing di Jalan Bayam, Kelurahan Wajo dan Jalan Sibula Dalam.
Kejadian pertama berlangsung, Rabu (6/9) pukul 09.30 Wita. Dua orang terlibat dalam sebuah perselisihan yang berujung maut. Masing-masing korban Salama alias Aco (16) dan pelaku Dedi (23). Keduanya merupakan tetangga yang tinggal di Jalan Pasar Kalimbu.
Peristiwa bermula ketika korban dituding mencuri HP pelaku. Salama yang tidak tahu menahu jika Dedi kehilangan HP, masuk ke rumah pelaku. Saat itulah korban diparangi. Tangannya pun terluka akibat sabetan senjata tajam.
Kejadian itupun dilaporkan ke Mapolsek Bontoala. Polisi pun langsung datang ke lokasi dan mengamabkan Dedi. Dari tangannya, disita barang bukti berupa sebilah parang yang diduga digunakan melukai tangan korban. Selanjutnya digiring ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dihadapan polisi, pelaku mengakui perbuatannya karena khilaf. ”Saya khilaf, Pak. Saat itu dia masuk ke rumah langsung saya parangi,” ujarnya.
Kapolsek Bontoala Kompol Talsito Hadi Koswara membenarkan insiden pemarangan itu. Kata dia, peristiwa tersebut terjadi gegera keasalahpahaman.
”Pelaku menuding korban mencuri HP miliknya. Saat masuk ke dalam rumahnya, spontan pelaku memarangi korban. Dia mengaku khilaf. Tapi proses hukum tetap dilakukan. Apalagi korban masih di bawah umur,” terang Kapolsek.
Insiden berdarah juga terjadi di Jalan Sibula Dalam Lorong 132, Kecamatan Bontala, Kamis (7/9) dinihari pukul 02.30 Wita. H Arfah alias H Lolo ditemukan terkapar dengan kondisi bersimbah darah. Pelaku masih dalam pengejaran.
Korban merupakan warga Jalan Galangan Kapal Kompleks PT IKI. Akibat luka yang dideritanya dan kondisi kritis, ia harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Akademis.
Seorang warga bernama Vicky (20) menuturkan, ia tidak mengetahui secara pasti penyebab korban ditikam oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya. Ia datang dan melihat korban sudah dikerumuni warga.
Aparat Polsek Bontoala yang tiba di lokasi, langsung mengambil keterangan saksi-saksi. Disamping itu, polisi juga menemui korban dan mengorek informasi dari keluarganya.
Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk pada bagian pinggang kiri dan kanan. Luka tusuk pada lengan kiri. Serta luka tusuk pada punggung dan paha kiri patah.
Kapolsek Bontoala Kompol Talsito Hadi Koswara mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa pembacokan korban. ”Kiat masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Kita juga masih menunggu kondisi korban membaik. Kasusnya masih dalam penyelidikan. Pelaku masih dalam pengejaran,” ujarnya. (ish/rus)

Exit mobile version