Site icon Berita Kota Makassar

Manajemen Spekulasi di Travel Berbiaya Murah

MAKASSAR, BKM — Pengamat Ekonomi Manajemen Pemasaran dari Universitas Hasanuddin, Prof Dr Muh Asdar mengatakan, penawaran yang diberikan travel-travel haji/umrah yang memberikan harga di bawah ketentuan dari Kementerian Agama masuk dalam manajemen spekulasi.
Apa yang dilakukan travel bersangkutan tidak memiliki dasar-dasar planning atau perencanaan. Hanya demi menarik minat calon jamaah, ditawarkan harga yang tidak realistis.
“Itu manajemen spekulasi. Dasar-dasar planningnya tidak ada,” ungkapnya ketika dihubungi BKM, Rabu (6/9).
Dia menegaskan, seharusnya masyarakat realistis dalam menyikapi penawaran berumrah dengan harga murah. Jika tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, dalam hal ini penawaran yang diberikan ke konsumen di bawah harga pasar, harus dicurigai dan ragu.
“Masyarakat jangan cepat tergiur dengan harga murah yang ditawarkan. Harus realistis dan lakukan hitung-hitungan,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, jika menemukan seperti itu, harus dicek dulu ke Kementerian Agama, bagaimana track record travel bersangkutan.
Menyusul kian maraknya biro travel bersoal dengan jamahnya belakangan ini, menurut Asdar, seharusnya pemerintah sejak awal hadir dalam mengawal berbagai persoalan yang diprekdiksi bisa merugikan masyarakat.
”Jangan nanti ada persoalan baru pemerintah bergerak. Kalau perlu sejak awal bertindak tegas memberi teguran kepada travel-travel yang berspekulasi dengan harga murahnya itu,” tandasnya.
Kalau perlu, kata dia, begitu dapat informasi ada travel yang menyalahi ketentuan harga berangkat umrah, sudah harus dicabut ijinnya agar tidak ada masyarakat yang dirugikan.
“Pemerintah selalu begitu. Nanti ada persoalan baru turun tangan. Terlambat penanganannya. Itu namanya kebijakan reaksi. Harusnya sejak awal intens melakukan pengawasan,” pungkasnya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kembali angkat suara menyikapi persoalan tersebut. Secara tegas, dia sudah menyatakan sikap untuk melarang travel memberi promosi umrah dengan harga di bawah Rp18 juta.
Pemprov Sulsel sendiri telah menyiapkan desk yang akan melakukan pemeriksaan terhadap semua biro perjalanan haji dan umrah di Sulsel.
“Saya sudah meminta desk yang memeriksa travel-travel yang beroperasi di Sulsel. Promosi di bawah harga akan saya larang. Itu ibaratnya gali lubang tutup lubang. Walaupun katanya promosi,” jelasnya.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel juga sudah menjadwalkan untuk memanggil semua travel haji dan umrah yang ada di daerah ini. Mereka akan didengar keterangannya terkait kegiatannya selama ini.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel HA Kadir Halid, mengaku sementara mencari waktu yang pas untuk dilakukan hearing. “Setelah selesai reses, mungkin tanggal 15 atau 19 September,” ujarnya, Rabu (6/9).
Politisi Golkar ini menjelaskan, sedang membahas bersama anggota komisi E lainnya berkaitan dengan jadwal pemanggilan.
Hal sama disampaikan Wakil Ketua Komisi E Syaharuddin Alrif di ruang kerjanya, kemarin. Legislator Partai Nasdem ini juga memastikan pemanggilan biro travel yang sempat meresahkan masyarakat itu akan digelar pekan depan.
“Minggu depan kita panggil semua,” ujar Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel ini. (rhm-rif/rus)

Exit mobile version