SIDRAP, BKM — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sidrap menggelar aksi kemanusiaan peduli etnis Rohingya di bundaran kota dan depan gedung DPRD Sidrap, Jumat, (8/9) kemarin.
Aksi tersebut diikuti sekitar 200 lebih massa yang terdiri dari pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasisswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul Aisyiah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Dalam aksinya, AMM meminta agar Presiden RI, Jokowi bersikap tegas terhadap pemerintahan Myanmar atas kasus tindak kekerasan terhadap etnis Rohingya.
“Sebagai bangsa beradab, kami sangat membenci dan mengutuk keras pratik deskriminasi dan legalize genocide terhadap etnis Rohingya yang dilakukan Regime De Facto Aung San Suu kyi serta Wirathu dan mereka pantas dihukum mati atas kebiadaban sistematis terhadap warga minoritas Rohingya,” kata Koordinator Aksi, Darwin Daru.
Dalam orasinya juga mendesak negara-negara ASEAN mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan ASEAN, jika kekejaman terhadap etnis Rohingya terus terjadi.
Mendesak kepada pemerintah Indonesia terutama Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri untuk bersikap tegas dan melakukan Poltical Pressure Diplomacy, karena kebijakan diplomasi sunyi terhadap pemerintah Myanmar terbukti tidak berjalan efektif.
Meminta PBB memberi perhatian serius terhadap kejahatan kemanusiaan praktik genosida yang menimpa etnis Rohingya dan membawa pihak-pihak yang harus bertanggung jawab untuk diadili kehadapan Mahkamah Kejahatan Internasional.
Meminta komite hadiah nobel untuk mencabut penghargaan Aung San Suu Kyi pemimpin berpengaruh di Myanmar memperoleh Nobel perdamaian ternyata telah terbukti misi perdamaian hanya untuk memperjuangkan kebebasan dirinya bukan karena perjuangan atas nilai kemanusiaan.
Tak hanya itu, ia juga meminta emerintah Bangladesh untuk membuka pintu lerbatasan seluas-luasnya agar Etnis Rohingya bisa menyelamatkan diri dari persekusi pemerintah Myanmar.
Meminta Kedutaan Besar Myanmar yang ada di Indonesia secara terbuka menyampaikan sikap tegasnya kepada pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan praktik deskriminasi dan genosida terhadap Etnis Rohingya.
Menyerukan kepada Pemimpin Negara-Negara Islam yang tergabung dalam OKI ataupun diluar itu sesuai konsorsiumnya untuk bersatu membantu pengungsi Rohingya dan korban lainnya.
Kordinator Lapangan, Sahrul L mengajak kepada seluruh kelompok agama di Indonesia untuk tidak mengaitkan kelompok ekstrim Budha di Myanmar dengan Umat Budha lain, yang pada dasarnya merawat perdamaian, apalagi kemudian merusak toleransi umat beragama di Indonesia.
(ady/C)
