MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar masih pesimis jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar bakal menenuhi target di triwulan Ketiga nantinya.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar, Iqbal Djalil.
Ia menilai jika PAD sulit dicapai hingga ditriwulan ketiga, karena masih minimnya evaluasi terhadap kinerja di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Sampai saat ini PAD belum capai target, itu pasti ada apa- apanya dan saya yakin di triwulan ketiga masih tetap seperti itu,” ungkapnya saat di DPRD Makassar, Kamis (7/9).
Apalagi, sekarang sudah menuju akhir tahun 2017, namun belum ada tanda- tanda target akan tercapai. Olehnya itu, dibutuhkan energi baru untuk menyelesaikan masalah ini.
“Kami butuh bukti, PAD itu bertambah walaupun ada nilai tambah, tetapi kami ingin dua kali tambah baik atau bahkan lebih dari itu,” ucapnya.
Apalagi, ia menuturkan, pihaknya selalu dapat kunjungan dari DPRD luar Makassar dan mempertanyakan PAD Makassar. “Kok Makassar segitu PAD-nya, sementara kota yang besar,” tuturnya.
Legislator Fraksi PKS ini melihat, PAD Makassar dengan jumlah pencapaiannya sebagai kota dunia itu memang masih di bawah. Untuk itu, ia berharap Bapenda menggenjot apa saja kekurangan selama ini, termasuk menagih penunggak pajak.
Sebelumnya Bapenda Kota Makassar menggenjot target PAD tahun 2017 sebesar Rp1,3 triliun, tapi realisasinya masih Rp900 miliar lebih. “Yang pasti kita buru target Rp 1,3 triliun dengan sisa waktu yang ada,” tambahnya.
Menyikapi hal itu, Kepala Bidang Pengawasan dan Regulasi Bapenda Makassar, Andi Natsir Halid mengaku tetap optimis jika PAD Kota Makassar akan terus meningkat dratis. Apalagi, ada berbagai macam iven saat ini digelar di Kota Kakassar.
“Kita yakin PAD bertambah banyak di triwulan ketiga. Saat ini Bapenda perketat dalam penagihan pajak restoran, hotel, rumah makan dan tempat lainnya,” ujar Andi Natsir Halid.
Dia juga mengungkapkan, penertiban pajak ke sejumlah penunggak pajak bertujuan untuk memberi peringatan soal tunggakan pajaknya. Misalnya, rumah makan dan restoran salah satu akan dikunjungi untuk dilakukan penagihan. “Kita bakal berkunjung, tim penagihan dideadline akhir September untuk menuntaskan penagihan,” tutupnya.(ita)
Dewan Pesimis Soal PAD di Triwulan Ketiga
