MAMASA, BKM — Oknum pengawas proyek pembangunan jalan betonisasi Mambi-Bambang bernama Adam dan temannya, diduga telah menganiaya seorang warga. Pasalnya, ia merasa kesal lantaran proyek yang dia awasi, difoto korban yang diketahui bernama Yulianus.
Yulianus yang bekerja sebagai pendamping desa mengaku dianiaya pengawas yang diketahuinya bernama Adam. Kata Yulianus, kejadian tersebut bermula saat dirinya sedang mengendarai sepeda motor dari arah Kecamatan Mambi menuju Kecamatan Bambang.
Tepat di Desa Bambang, Kecamatan Bambang, ia melihat ada pekerjaan proyek yang sedang berlangsung. Spontan ia mengambil handphone miliknya kemudian memotret pekerjaan tersebut.
”Pas saya lewat dan sampai di tikungan, saya lihat ada pekerjaan proyek. Saya berfikir, proyek ini dikerjakan tidak begitu baik. Karena menggunakan batu besar dan bukan cipping. Akhirnya, saya pun foto hasil pekerjaan proyek tersebut. Selang berapa menit, pelaku datang mendekat dan bertanya, ada apa ini. Kenapa foto-foto,” terang Yulianus saat dikonfirmasi BKM di Mamasa, Jumat (8/9).
Yulianus mengatakan, saat ditanya dirinya menjawab kalau dia bukan siapa-siapa. Dia hanya kebetulan lewat dan melihat pekerjaan sangat memprihatinkan. Apalagi menurutnya, pekerjaan tersebut berada di daerahnya.
”Proyek ini menggunakan anggaran sebesar Rp4,9 miliar. Sementara pekerjaannya terkesan asal jadi. Selaku masyarakat yang merasa punya hak mengawasi pekerjaannya, wajar kalau saya foto,” tuturnya.
Lebih jauh Yulianus menerangkan, usai mengambil gambar hasil pekerjaan proyek itu, ia hendak meninggalkan lokasi. Namun naas, pelaku menghentikannya sampai tiga kali. Lehernya pun langsung dicekik pelaku lainnya.
”’Saya dihentikan dan dicekik. Kalau tidak salah sekitar pukul 15.00 hari Rabu (6/9). Selain dicekik saya juga dipukuli,” ungkap Yulianus
Setelah pemukulan (penganiayaan) tersebut, dirinya disuruh menghapus foto-foto pekerjaan proyek itu. Bahkan pelaku mengancam akan menghancurkan HP miliknya jika foto itu tidak hapus.
Untuk mengamankan situasi, ia pun menghapus foto tersebut. Sesaat setelah kejadian, Yulianus melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mambi. Berdasarkan hasil visum, terdapat beberapa luka di sekitar leher korban.
Sementara itu, Kapolres Mamasa, Suhendro, mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan terkait adanya dugaan penganiayaan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Mambi.
”Saya belum terima laporan adanya penganiayaan itu dari Polsek Mambi. Mungkin masih sementara berproses di Polsek Mambi,” katanya. (dar/mir/b)
Oknum Pengawas Proyek Diduga Aniaya Warga
