WAJO, BKM — Anggota DPRD Wajo Rahman Rahim mengaku geram atas janji manis pihak PLN wilayah Sulawesi selatan, Tenggara dan Barat. Pasalnya, sejumlah perkampungan di Kabupaten Wajo hingga kini belum menikmati listik.
Rahman mengaku usai meninjau perkampungan ternyata warga masih menggunakan penerangan seadanya. Perkampungan yang belum dialiri listrik seperti, di Caleko Bulu Maili Desa Wage, Kecamatan Sabbangparu. Tanah Bangkala’e, Desa Simpursia. Lingkungan Paseru dan Lingkungan Salojampu, Kelurahan Sompe.
Ironisnya, perkampungan tersebut meski tak jauh lokasinya dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Masyarakat tetap belum nikmati listrik. “Jadi Masyarakat disana hanya bisa melihat pemandangan Lstrik dari PLTG selama 20 tahun, Tapi tidak bisa menikmatinya,” kesalnya.
Padahal, sebelumnya kata Rahman dirinya bersama sejumlah anggota dewan sudah berkunjung ke kantor PLN. Pihak PLN sendiri berjanji akan mengabulkan permohonan tersebut.
“Sejak tahun 2015 lalu pihak PLN berjanji akan mengabulkan pengajuan itu agar masyarakat bisa menikmati listrik. Khususnya yang ada di sekitar PLTG,” jelas Rahman.
Rahman meminta PLN Wilayah Sultanbatara segera merealisasikan janjinya karena masyarakat dapat melihat langsung pembangkit, namun mereka tidak dapat menikmatinya. “Masyarakat disana, khususnya yang belum nikmati listrik hanya menggunakan penerangan seadanya. Seperti Pelita, lilin, dan genset,” jelasnya.
Rahman Mengaku, meski ada yang menggunakan Tenaga surya, akan tetapi kekuatan tenaga surya itu juga terbatas.
Pihaknya mendesak PLN memperhatikan perkampungan masyarakat yang ada di dua kecamatan di Kabupaten Wajo yakni Kecamatan Pammana dan Sabbangparu.
“Apalgi, perkampungan itu, merupajan juga jalan penghubung antara kecamatan ke kecamatan lainya,” pintanya. (*)