Site icon Berita Kota Makassar

DLH Pangkas 56 Pohon Dalam Kota

MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggenjot penyelesaian pemangkasan pohon yang berdiri di sepanjang Jalan Botolempangan. Terget pemangkasan pohon, Sabtu (16/9) dini hari.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DLH Makassar, Bahar Cambolong, mengatakan, pemangkasan pohon yang dilakukan sejak dua minggu terakhir ini sesuai dengan rencana Pemerintah Kota Makassar melakukan pelebaran jalan dan pembangunan pedestrian bintang lima. Sehingga sedikitnya 56 pohon jenis termbesi, mahoni dan cempaka yang berdiri di sepanjang Jalan Kajoalalido dan Jalan Botolempangan harus dipangkas.
“Kita turunkan 50 petugas bidang RTH melakukan pemangkasan menggunakan alat senso dan satu unit mobil loader ditambah dengan enam mobil angkutan sampah. Jumat malam kita target paling cepat selesai,” kata Bharcam kepada BKM, Rabu (13/9).
Dari tiga jenis pohon yang ada, pohon mahoni diketahui paling banyak berdiri dengan usia yang diperkirakan sudah ratusan tahun. Meski dalam pelaksanaan telah menggunakan alat modern, namun menyelesaikan satu pohon memerlukan waktu dua hingga tiga jam.
Di menambahkan, bangkai pohon hasil pemangkasan di buang ke TPA Tamangapa dan gratis memberikan kepada masyarakat yang menginginkannya. Sementara daun-daunnya pohon dikumpul di TPA dan dijadikan sebagai kompos.
“Satu pohon bisa menghabiskan waktu tiga jam, tergantung tingkat kesulitannya. Pangkas pohon tidak sembarang juga harus berhati-hati dan memperhatikan keamanan sekitar seperti kabel listrik, pagar, reklame dan bangunan,” ujarnya.
Kendati demikian, DLH Makassar tetap akan melakukan penghijauan dengan menanam ratusan pohon ketapang kencana ketika pelebaran jalan dan pembangunan pedestrian rampung dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar. Pohon ketapang kencana dipilih karena memiliki ketahanan lebih tinggi, perwatan dan mudah dan tidak rawan tumbang.
“Jumlahnya belum bisa di pastikan, tapi nantinya jarak-jarak empat meter kita tanam ketapang kencana dari Jalan Kajoalalido dan Jalan Botolempangan,” tambahnya. (arf)

Exit mobile version