SIDRAP, BKM — Pemilihan kepala desa (pilkades) digelar serentak di sejumlah wilayah di Kabupaten Sidrap, Kamis (14/9). Ada berbagai keunikan mewarnai pesta demokrasi ini.
Di pilkades Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, tercatat tiga orang warga setempat datang menyalurkan hak suaranya dengan mengenakan busana pengantin.
Selain itu, terlihat salah satu calon kepala desa (cakades), yakni
Zainuddin datang memberi hak suara dengan model cukur yang unik. Di kepala bagian samping Zainuddin, rambutnya sengaja dipotong dengan menulis angka 3 yang menunjukkan nomor urut pencalonannya.
Nur Safitri, salah seorang pengantin wanita datang mencoblos dengan busana pengantin yang masih melekat di tubuhnya. Dia datang bersama dengan keluarganya untuk menyalurkan hak suaranya.
“Iya, kebetulan hari ini kami juga sedang melangsungkan pesta
pernikahan. Mumpung tamunya belum datang saya datang kesini mencoblos lebih awal,” tutur Safitri.
Kehadiran Safitri langsung mengundang perhatian panitia serta wajib pilih yang sudah ada di tempat pemungutan suara (TPS). Ia melalui seluruh tahapan pilkades, untuk kemudian kembali ke rumahnya guna menerima tamu undangan resepsi pernikahannya.
Selain keunikannya, dari 17 desa yang melaksanakan pilkades serentak 2017 di Sidrap, Desa Allakuang juga mendapat perhatian serius. Karena sempat terjadi kekisruan gegara kesalahan input data
Daftar Pemilih Tetap (DPT). Para calon memprotes DPT yang telah
ditetapkan, disebabnya masih ada wajib pilih yang belum terdata.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Sidrap Fatahangi Nurdin, mengklaim pilkades serentak di Sidrap berlangsung tertib lancar.
“Alhamdulillah, seperti yang diharapkan bersama, pelaksanaan pilkades di 17 desa di Sidrap berjalan sangat baik,” ujar Fatahangi, kemarin.
Dia menyebutkan, pilkades serentak kali ini diikuti sedikitnya 53 cakades. Hingga berita ini dibuat, proses pencoblosan dan perhitungan suara, sebagian masih berlangsung. Belum ada hasil siapa calon yang memenangkan pertarungan di 17 desa.
Berdasarkan jumlah DPT pada 17 desa yang melaksanakan pemilikan serentrak, Paseno memiliki 2.088 wajib pilih. Desa Tonrong Rijang 1.280, Mario 2.279, Abbokongeng 1.482, Bina Baru 630, Kulo 2.231, Rijang Panua 1.487, Allakuang 2.333, Takallasi 1.308, Bulo 1.049, Wanio 1.505, Dongi 1.355, Bulucenrana 3.212, Botto 2.081, Lempangeng 1.079, Billa Riase 1.682, dan Kampale 1.613.
Desa Paseno diikuti lima calon. Yakni Irma Darwis, HA Aminullah, Syamsu, Subhan, Hj A Nurmi. Desa Tonrong Rijang diikuti dua cakades, yakni Zainuddin Udin dan Abd Kadir. Desa Mario lima calon, masing-masing Andi Agus, Melati, Herman, Andi Maesur dan Muhammad Amin.
Sementara Desa Abbokongeng diikuti empat cakades. Yaitu Muh Hatta, A Thamrin, Arifuddin Amrullah dan Arifin. Desa Bina Baru dua calon, Djayadi dan Wahyuddin.
Di Desa Kulo ada tiga calon. Yaitu Nasrullah, Andi Najib, Haryanto. Desa Rijang Panua dua calon, Sukriyadi dan Abd Rauf Sali. Desa Allakuang tiga calon, yakni Abdul Rahim H Lateng, Usman dan Zainuddin.
Desa Takallasi dua calon, yakni Nasir dan Abdullah. Desa Bulo Watang ada empat calon, Andi Wawan Indrawan, Abdul Hamid dan Abdul Muin.
Desa Wanio diikuti oleh empat calon. Yakni Andi Usamah, Chaerul, Sudirman dan Muhammad Aziqin. Desa Dongi tiga, yakni Jamila A, Andi Rahim Hanura dan Sulaeman Malik.
Desa Bulucenrana terdapat dua calon, yakni Andi Odang dan Andi Alauddin. Desa Botto dua calon, masing-masing Muh Basri dan Dirman. Desa Lempangeng diikuti tiga cakades masing-masing Anci, Abbas dan Alias.
Desa Billa Riase dua calon, yakni Jamaluddin dan Sirajuddin. Sementara Desa Kampale diikuti lima calon, masing-masing Suardi Pabbabungka, H Ampa Uleng, Saifuddin, Ashar dan Muh Amin. (*/rus/b)
Mempelai Wanita Berbusana Pengantin Datang Mencoblos
