MAKASSAR, BKM– Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB),Asman Abnur meminta Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar tetap konsisten menerapkan keilmuan agama Islam dibanding keilmuan umum.
Hal tersebut Asman Abnur di hadapan seluruh civitas akademika UIN Alauddin. “Kita tidak ingin citra Islami yang dibangun di UIN Alauddin runtuh dibanding dengan keilmuan umum lainnya. Kalau bisa umum hanya 30 persen saja, dan sisanya untuk ilmu agama sebab UIN jangan hilangkan jati diri dan hanyut dalam bidang umum. Tapi bagaimana prosedurnya saya serahkan ke pak rektor yang atur soal itu,” ungkapnya di gedung rektorat UIN Alauddin Samata, Kamis (14/9).
Selain itu, Asman juga meminta agar calon generasi muda yang ingin belajar pendidikan Islam harus berpusat di Indonesia Timur.
“Saya care dengan pendidikan Islam, harusnya pendidikan agama diterapkan di Timur Tengah, dan saya ingin menagih janji pak rektor bahwa semester kedua mahasiswa UIN sudah bisa hapal Al-Quran, saya harap rektor tetap konsisten dengan hal itu,” tuturnya.
Bukan hanya itu, Asmar juga menegur kinerja ASN saat ini yang sangat buruk, jika dibandingkan dengan kinerja pegawai swasta saat ini.
“Saya kecewa dengan kinerja ASN kita saat ini, yang hanya duduk, ngobrol dan ceklok habis itu pulang, jika mau dibandingkan pegawai swasta sangat jauh berbeda,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UIN Alauddin, Musafir Pababari, mengungkapkan, konsisten yang minta oleh Kemenpan adalah suatu pertanggung jawaban yang harus dilaksanakan oleh UIN Alauddin makassar.
“Insya Allah kita bisa jaga amanah itu, kedatangan Kemenpan di kampus peradaban ini kita ingin memverifikasi untuk mendapatkan empat Ortaker,” bebernya.
Ada empat organisasi dan tata kelola yang belum terverifikasi di Kampus UIN yaitu Fakultas Kedokteran, Wakil Rektor IV (Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional), Pascasarjana, dan Caracter Buliding Program (CBP).
“Kami ingin Fakultas Kedokteran berdiri sendiri dan mengharapkan prodi Ilmu Kesehatan, prodi ini harus di bawah naungan Fakultas Kedokteran,” katanya.
Musafir juga menambahkan, ingin mengangkat wakil baru yakni wakil rektor IV. Selama ini Wakil Rektor IV UIN masih belum resmi sehingga ia hanya bekerja secara sukarela.
Selain menemui petinggi UIN Alauddin, Menteri Asman juga melakukan peninjauan sejumlah pelayanan publik yang ada di Kota Makassar, serta melihat pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Kementerian Hukum dan HAM serta peninjauan ke Politeknik Ilmu Pelayaran.
Kunjungan kerja yang dilakukan guna memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku. Diharapkan dengan kunjungan kerja yang dilakukan dapat menjadi sebuah semangat bagi penyelenggara negara untuk memberikan pelayanan secara optimal.(ita)