MAKASSAR, BKM–Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail membuka kegiatan Festival UKM Lorong yang dipusatkan di Jalan AR Hakim Makassar depan Kantor Kecamatan Tallo.
Sebanyak 150 usaha kecil menengah (UKM) di Kecamatan Tallo antusias mengikuti festival tersebut.
Kegiatan yang digagas Forum Komunikasi Bank Sampah (FKBS) kecamatan Tallo itu digelar selama seminggu, 16 – 23 September 2017.
Kehadiran Isteri Wali Kota Makassar itu disambut Camat Tallo, Zainal A Takko beserta Ketua TP PKK Kecamatan Tallo, Habriah, Sekcam Tallo Benyamin B Turupadang, para lurah dan ratusan kader PKK Kecamatan Tallo.
Ratusan masyarakat utamanya para pelaku UKM hadir dalam menyemarakkan pesta UKM terbeesr dan spektakuler di wilayah itu.
Pada kegiatan itu, Indira melaunching dua program layanan masyarakat, yaitu retribusi sampah dibayar pakai sampah dan arisan bank sampah.
“Malam ini kami sekaligus melaunching program retribusi sampah dibayar dengan sampah dan arisan sampah. Ini ide dari warga yang sangat kreatif. Membangun jiwa-jiwa pengusaha dari lorong,” ucapnya.
Arisan bank sampah sendiri diikuti oleh 48 bank sampah se-kecamatan Tallo. Dan usai launching pihaknya secara resmi melot arisan tersebut.
“Yang naik itu bank sampah atas nama Dg Ngunjung Kelurahan Rappokalling RW 5,” ucap Zainal.
Ia berharap dengan dua program tersebut dapat meningkatkan silaturrahim. Yang tak kalah menariknya keeratan hubungan tersebut dirangkai berawal dari sampah.
Hadir dalam pembukaan festival UKM lorong, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas PTSP, beberapa Sekretaris Camat Kota Makassar, lurah se Kecamatan Tallo, ketua LPM se Kecamatan Tallo, ketua RW dan RT se kecamatan Tallo. Sementara itu, Ketua penyelenggara festival, sekaligus pengurus FKBS, Andi Nuraeni, mengungkapkan, ada 150 UKM yang tersebar di kecamatan Tallo dan keseluruhan merupakan home Industri.
“Semua yang dipamerkan ini adalah mereka sendiri yang memproduksi, adapun alasan festival ini diselengarakan agar para pelaku UKM yang selama ini punya potensi dalam memproduksi kerajinan namun kekurangan modal dan peralatan, bisa turut memamerkan hasil karya mereka,” katanya.
Adapun festival UKM lorong dimeriahkan dengan berbagai lomba, diantaranya, jalan santai sembari memungut sampah (Lisa) dimana pemenang ditentukan dari jumlah sampah yang dikumpulkan, Minggu (17/9), fashion show daur ulang, lomba mewarnai anak anak, lomba joget dangdut untuk warga, festival Band remaja warga Kecamatan Tallo, Karnaval baju tradisonal tingkat TK dan SD se Kecamatan Tallo, lomba masak yang melibatkan pimpinan kecamatan dan seluruh pimpinan kelurahan didampingi ketua TP PKK masing masing.
Dalam sambutannya Camat Tallo, Zainal Andi Takko, mengungkapkan, Festival UKM Lorong diselengarakan atas inisiasi para masyarakat dari tindak lanjut program pemerintah kota Makassar dimana kota Makassar dibangun diawali dari lorong lorong yang menghasilkan UKM.(jun)