JAKARTA, BKM — Sistem pembayaran baru atau Quick Response Pay (QR Pay) segera diluncurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Sistem ini diklaim bisa menggantikan mesin electronic data capture (EDC) yang digunakan sebagai sarana alat pembayaran.
Direktur Utama BTN, Maryono, akhir pekan lalu, menuturkan, saat ini pihak sedang mengajukan lisensinya ke Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Fitur QR Pay dapat diakses di aplikasi BTN Digital Solutions. Fitur pembayaran ini dilakukan dengan cara memindai QR code di smartphone.
Aplikasi ini, lanjut dia, akan memudahkan nasabah dalam melakukan pembayaran. Ia meyakini, pengembangan sistem QR Pay ini akan membuat akses BTN terhadap dana retail semakin meningkat.
Pasalnya, hanya nasabah BTN yang dapat menggunakan QR Pay. Adapun estimasi target transaksi QR Pay adalah 170.000 transaksi dengan nominal Rp85 miliar ditahun pertama.
Advertisment
Selain menjadi pendapatan non bunga, tambah Maryono, QR Pay bisa menurunkan biaya pengadaan alat gesek kartu atau EDC. Perseroan akan terus berinovasi dengan fokus pada pelayanan transaksi perbankan di tengah boomingnya bisnis e-commerce. Sebanyak 90 persen transaksi di BTN dilakukan melalui electronic banking dibandingkan outlet.
Direktur Jaringan dan Distribusi BTN Budi Satria menjelaskan, saat ini perseroan tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa merchant untuk menerapkan sistem pembayaran QR Pay. BTN juga mengedukasi nasabah agar memanfaatkan layanan mobile banking perseroan. Saat ini, sebanyak 600.000 nasabah BTN yang aktif menggunakan mobile banking. (int)