MAKASSAR, BKM — Tawuran antarmahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) terjadi di depan kampusnya Jalan Sultan Alauddin, Minggu malam (17/9). Aksi ini melibatkan mahasiswa dari dua fakultas berbeda, yakni Fakultas Sospol dan Teknik.
Usai peristiwa ini, aparat Polsek Rappocini berhasil mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat. Persembunyian mereka terlacak pada sebuah rumah kos di Jalan Emmy Saelan nomor 12, Senin (18/9). Dari lokasi penangkapan, turut disita sejumlah barang bukti.
Kapolsek Rappocini Kompol Kodrad Muhammad Hartanto yang dikonfirmasi, membenarkan penangkapan terhadap sembilan oknum mahasiswa Fakultas Tekhnik Unismuh tersebut. Kata dia, mahasiswa tersebut diamankan lantaran terlibat aksi tawuran di depan kampus.
“Mereka diamankan dari lokasi tempatnya bersembunyi. Selain sembilan mahasiswa, ditemukan pula beberapa barang bukti berupa senjata rakitan dan senjata tajam,” terang Kodrad.
Perwira satu melati di pundaknya itu menyebutkan beberapa barang bukti yang disitanya ber. Yakni dua buah papporo, dua botol minuman keras (miras), 36 anak panah dan enam ketapelnya, serta sebilah parang.
“Ini sudah keterlaluan. Mereka melakukan tawuran dengan menggunakan beragam senjata tajam, serta senjata rakitan berupa papporo. Senjata papporo kami temukan di lokasi,” jelas Kodrad.
Selain itu, tambah kapolsek, sebuah tas ditemukan oleh warga yang tidak jauh dari kampus Unismuh. Di dalamnya berisi clurit.
”Pemiliknya meninggalkan tas itu. Kami akan melacak pemiliknya,” ujar Kodrad.
Akibat tawuran itu, sebuah menimarket mengalami kerusakan. Polisi akan mencari pelaku lainnya melalui rekaman CCTV, baik dari pemilik toko maupun rumah serta gedung di sekitar lokasi kejadian. (ish/rus)
Papporo dan Clurit Ditemukan di Lokasi Tawuran Mahasiswa
