MAROS, BKM — Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ketiga, ditarget rampung bulan September ini. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Pendamping PKH Kabupaten, Agus, akhir pekan lalu.
Agus mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 11 kecamatan yang tuntas penyaluran PKHnya. “Masih ada tiga kecamatan tersisa yang belum tuntas pembayarannya, yakni Kecamatan Lau, Bontoa, dan Kecamatan Mandai. Semoga paling lambat 26 September mendatang semua kecamatan sudah tuntas,” bebernya.
Lambannya penyaluran program PKH ini karena bank penyalur, yakni BNI hanya memiliki satu cabang di Maros. Sehingga kecamatan harus mengantre dibayarkan pihak bank. Jumlah penerima bantuan PKH di Maros sebanyak 8.109 keluarga. Dari jumlah ini sekitar tiga ribu keluarga merupakan penerima baru.
Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam, melakukan pemantauan penyaluran PKH di Kecamatan Tanralili. Menurut Chaidir, pemantauan ini dilakukan untuk memastikan proses penyaluran program PKH ke masyarakat berjalan lancar.
”Kita ingin memastikan proses penyaluran berjalan lancar sekaligus kembali melakukan penekanan ke penerima bahwa peruntukan dana ini untuk keperluan anak sekolah, lansia, balita, disabilitas dan ibu hamil. Bukan yang lain. Jangan sampai setelah menerima dana ini malah dipakai untuk belanja hal-hal kurang penting,” jelasnya.
Di Tanranlili sendiri, ada 692 keluarga yang menerima program PKH. Untuk memastikan tidak adanya penylahgunaan tiap bulan dilakukan pertemuan kelompok untuk pemutakhiran data dan verifikasi data.
Kepala Cabang Bank BNI Maros, Hj Darna, mengatakan, jumlah yang dibayarkan per keluarga sebesar Rp1.500.000. ”Yang dicairkan Rp1.450.000. Karena Rp50 ribu itu disimpan direkening mereka. Jadi saldo setelah penarikan tidak langsung nol. Tapi tetap ada yang tersimpan,” pungkasnya. (ari/mir/c)