MAMUJU, BKM — Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menghadiri pesta panen raya di Dusun Batu Papan, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Senin (18/9). Gubernur Ali Baal Masdar pada kesempatan tersebut menyampaikan, terkait kemajuan infrastruktur dan pertanian Provinsi Sulawesi Barat ke depan.
Selaku kepala daerah akan tetap berusaha semampunya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sulbar. Khususnya bagi masyarakat di Dusun Batu Papan. ”Kita menginginkan semua persawahan yang ada di Sulbar masuk dalam IP 300. Saya harapkan semuanya bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Ali Baal Masdar.
Mantan Bupati Polman dua periode tersebut berjanji akan memberikan bantuan pengadaan satu unit traktor bagi petani, pemberian bibit, jaminan kesehatan serta menyegerakan proyek lanjutan penyelesaian bendungan di Dusun Batu Papan yang menghabiskan anggaran kurang lebih Rp200 miliar.
Masih kata Ali Baal, terkait bendungan yang sudah pernah ada, belum berjalan maksimal. Kesalahan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari pemerintah setempat. Melainkan kesalahan kontraktor yang tidak profesional.
Untuk itu, ditegaskan kepada Aparatur Sipil Negara agar tidak mencampuri dunia kontraktor. Bendungan tersebut, akan dikerjakan tahun ini dan akan menghabiskan anggaran Rp200 miliar.
”Diharapkan dalam tahap penyelesaiannya dapat dikelola orang profesional,” beber pria yang akrab disapa ABM tersebut.
Bupati Mamuju, Habsi Wahid menyampaikan, kurang lebih sembilan tahun lamanya, masyarakat Papalang haus akan sinergitas Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju yang sudah lama tidak dibangun. Selain itu, permasalahan tersebut dianggap sudah menemukan titik terang, terbukti dengan hadirnya para pimpinan daerah di Dusun Batu Papan.
”Baru saat ini gubernur dan bupati Mamuju bisa bersinergi dan hadir dalam syukuran masyarakat di Dusun Batu Papan,” katanya
Habsi melanjutkan, selaku bupati Mamuju terpilih, dirinya bersama wakil bupati menyadari, belum banyak melakukan perubahan. Ia berjanji kepada masyarakat setempat, akan menyelesaikan tahapan-tahapan program kerja pemerintah.
”Mohon bersabar. Karena program yang kami lakukan adalah program bertahap,” ujarnya.
Habsi juga mengemukakan, panen raya di Dusun Batu Papan berhasil memproduksi lima ton padi per hektar. Hal tersebut sudah diketahui secara seksama, persawahan yang ada belum diairi dengan baik.
Jika perairan persawahan tersebut mampu diselesaikan dengan baik dalam waktu singkat, maka tidak menutup kemungkinan, stok padi di Dusun Batu Papan mampu menghasilkan delapan hingga sembilan ton per hektare.
Terkait program kerja antara Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, akan dibangun sinergitas yang baik. Khususnya dalam bidang pertanian dalam rangka peningkatan produktivitas persawahan yang ada di Sulbar, khususnya di Kabupaten Mamuju.
Ketua Panitia, Amri, mengemukakan, keharmonisan Pemerintah Provinsi Sulbar dan Pemerintah Kabupaten Mamuju, merupakan suatu hal yang baru dirasakan bagi masyarakat Papalang. Kondisi ini diharapkan mampu membawa kesejahteraan yang lebih baik dimasa mendatang.
”Kendala utama bagi para petani di dusun ini adalah pengairan persawahan yang sudah lama dibangun tetapi belum bisa dinikmati masyarakat setempat. Proyek bendungan yang sudah tiga kali dianggarkan, belum bisa terlaksana hingga saat ini,” papar Amri.
Ia juga mengatakan, ratusan area persawahan masyarakat terancam gagal yang diakibatkan meluapnya sungai dan telah memasuki persawahan masyarakat sekitar. Diharapkan, Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju dapat bersinergi dengan baik demi menyelesaikan segala permasalahan yang ada di daerah tersebut.
Selain Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, kegiatan ini juga dihadiri Staf Ahli Gubernur, Darno Majid, Bupati Mamuju, Habsi Wahid, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Parman Parakassi, Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Sulbarf, Bau Akram Maksum Dai, para camat, dan kepala desa Batu Papan, dan kepala dinas pertanian kabupaten Mamuju. (ala/mir/c)
Bendungan Batu Papan Telan Anggaran Rp200 M
