MAROS, BKM — Krisis air bersih masih dirasakan warga Maros. Bahkan, sudah hampir dua bulan mereka harus rela begadang untuk bisa mendapatkan air. Saleha, salah seorang warga Maros mengaku, hingga kini mereka harus begadang untuk bisa mendapatkan air.
Pasalnya, air PDAM tidak mengalir pada siang hari. ”Saya harus begadang baru bisa dapat air. Biasa jam 01.00 Wita atau jam 03.00 wita. Jadi kalau air mengalir, semua tempat atau ember saya isi. Karena kalau pagi biasanya tidak mengalir. Kondisi ini sudah kami rasakan hampir dua bulan,” ungkapnya.
Terpisah, Direktur PDAM Maros, Abd Baddar, menyatakan, pihaknya siap menyiapkan air bersih. Hanya saja, ia kesulitan untuk mobil tangki. ”Ada satu solusi yang bisa diberikan PDAM bekerjasama dengan satuan terpadu untuk menyuplai air bersih. Misalnya PDAM yang menanggung airnya dan SKPD atau pihak lain yang menyiapkan kendaraannya. Karena kalau hanya mengandalkan dari pengelolaan air atau IPA sangat sulit dan hanya mengalir pada malam hari,” jelasnya.
Menyoal penyebab krisis air, kata Baddar, ada beberapa hal. Termasuk tidak adanya alternatif air lain selain dari PDAM. Sehingga kebutuhan bertambah. ”Beda ketika musim hujan atau musim pancaroba, biasanya masih mengandalkan sumur. Tapi sekarang tidak ada airnya. Jadi harapannya ada pada air PDAM,” jelasnya.
Tidak hanya itu, sumber air bersih juga sulit. Seperti Lekopancing dan Bantimurung mengalami penurunan debit air secara signifikan. Otomatis produksi tidak maksimal. Penyebab lain kata dia, intrusi air laut. Misalnya pengolahan yang dialirkan ke Bontoa ada 20 liter per detik sama sekali tidak bisa berproduksi karena intrusi.
”Jadi produksi 20 liter per detik itu setara 1800 sambungan rumah. Terjadi intrusi sehingga tidak bisa mengalirkan air. Teknologi kita juga tidak bisa mengelola air yang memiliki padatan air di atas 500,” jelasnya.
Saat ini padatan air sudah sudah berada diposisi 900an. ”Kalau kita paksakan kelola tetap menjadi air asin dan tidak maksimal,” akunya.
Kapasitas air di Maros sekitar 270 liter per detik. Dengan jumlah pelanggan sekitar 16 ribu. Diakui, sejak kemarau, pihaknya juga sudah memberikan bantuan air di beberapa wilayah di daerah Barandasi. Juga, ada beberapa warga yang membeli air tangki dari PDAM. (ari/mir/b)
Warga Maros Begadang Tunggu Air Mengalir

air