MAMUJU, BKM — Pemutaran ulang film pengkhianatan G30 S/PKI bertujuan untuk mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia tentang peristiwa yang terjadi pada 30 September 1965 silam agar tidak terulang lagi dimasa sekarang.
Seperti yang disampaikan Panglima TNI, perlunya meneruskan sejarah yang terjadi saat itu kepada generasi muda. Dan bukan bertujuan mendiskreditkan atau menyalahkan salah satu pihak. Tetapi untuk memberikan gambaran tentang peristiwa kelam yang pernah terjadi dimasa lalu.
”Sekarang ini berita hoax macam-macam. Jangan sampai generasi muda kita terpengaruh dan terkotak-kotak lagi yang akhirnya bisa terjadi seperti peristiwa kelam,” tutur Panglima TNI.
Kapuspen TNI, Mayjen TNI Wuryanto, menyebutkan, pemutaran film G30 S/PKI bertujuan untuk memperjelas fakta sejarah. Makorem 142/Tatag menggelar acara nonton bareng alias Nobar di aula Makorem di Rangas, Mamuju. Tampak hadir Kasrem 142 Tatag, Letkol Inf Drs Priono, para Kasi Korem, prajurit serta masyarakat yang berjumlah lebih dari 200 orang.
Untuk jajaran Korem 142/Tatag sendiri, menggelar acara Nobar secara serentak pada Rabu malam mulai pukul 19.30 Wita di tempat yang sudah disiapkan dengan mengajak komponen masyarakat. Terutama pelajar dan mahasiswa. (ala/mir/c)
Ingatkan Sejarah, Makorem 142 Tatag Ajak Masyarakat Nobar
