PULUHAN tahun sudah HM Alwi Tikka bertugas di Direktorat Jendral Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta. Pria kelahiran Ujung Bulu, Kota Parepare ini telah menjelajahi banyak pelabuhan di berbagai provinsi di Indonesia. Waktunya diabdikan pada tugas negara di kesyahbandaran.
Telah banyak ia perbuat selama bertugas dan menjelang purna bakti saat ini. Ada 27 pelabuhan yang telah ia singgahi untuk menjabat. Diantaranya Parepare, Balikpapan, Tarakan, Sibolga, Bau-bau, Kendari, Bitung, Manado dan Pomala. Dari 27 pelabuhan itu, ada tujuh pelabuhan besar yang ditempatinya bertugas.
Alwi Tikka menjadi salah satu putra asal Sulsel berdarah Bugis Enrekang yang pernah menjadi kepala kesyahbandaran pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara. Ia menjadi kepala pelabuhan kontainer internasional yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2016.
Pencapaian Alwi Tikka ini tidak terlepas dari caranya berkomunikasi dengan semua kalangan. Diapun berhasil mengubah suasana pelabuhan dari kurang nyaman menjadi lebih baik. Utamanya ketika menjelang hari raya Idul Fitri, natal dan tahun baru.
”Di awal-awal, penumpang yang keluar masuk pelabuhan Sibolga sangat kurang nyaman. Kami kemudian mengubahnya menjadi pelabuhan yang begitu nyaman,” ujar Alwi Tikka.
Kepada jajaran stafnya, ia berusaha menciptakan budaya disiplin. Ketika diantara mereka tidak disiplin dalam melaksanakan tugas, tak segan-segan Alwi memberinya sanksi.
Komunikasi dengan pemerintah setempat, seperti muspida terus ia jalin. Bahkan ketika bertugas di Sumatera Utara, kepala syahbandar masuk dan bergabung ke dalam muspida plus. Ini merupakan satu-satunya di Indonesia. (muchtar p)
Pengabdian pada 27 Pelabuhan di Indonesia
