MAKASSAR, BKM — Pembangunan masjid 99 kubah di wilayah Centre Point of Indonesia (CoI) terus berlanjut.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Ciptakarya, dan Tata Ruang Sulsel, Darmawan Bintang mengatakan, untuk tahap awal, ditargetkan bangunan fisik bisa rampung hingga 35 persen pee November mendatang.
Dia melanjutkan, anggaran yang disiapkan untuk tahap I sebesar Rp58 miliar dari total Rp170 miliar anggaran yang disiapkan.
Anggaran itu untuk menyelesaikan fisik dasar seperti lantai, kolam, struktur atap, dan beberapa kubah kecil.
“Tahap pertama disiapkan Rp58 miliar untuk konstruksi. Dari anggaran tersebut, disiapkan Rp1 miliar untuk supervisi pengawasan,” ungkapnya Jumat (22/9).
Anggaran yang disiapkan sebesar Rp170 miliar di APBD tahun ini pun dianggap masih kurang untuk merampungkan keseluruhan bangunan masjid. Sehingga pihaknya berencana akan kembali mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp110 miliar di APBD Perubahan 2018 mendatang.
“Di 2018 mendatang, kita usulkan sebesar Rp110 miliar untuk membiayai rampungnya keseluruhan masjid,” jelas Wawan.
Masjid 99 Kubah yang dimulai pengerjaannya awal Mei tahun ini, diklaim sebagai salah satu masjid terunik di dunia, dan terbesar di Sulawesi karena mampu menampung 13.075 jamaah.
Masjid desain Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Berdasarkan master plan-nya nantinya akan difokuskan sebagai pusat kajian agama dengan berbagai fasilitas yang dimiliki. Selain kubahnya yang mencolok, masjid ini juga akan menampilkan air mancur yang bergerak dangan dukungan lampu warna-warni yang akan tampak indah di malam hari. (rhm)
Pemprov Usulkan Rp110 M untuk Masjid 99 Kubah
