Site icon Berita Kota Makassar

Disekolahkan Nenek, Pernah Jadi Penjaga Toko

BANYAK jalan menuju Roma. Ya, meraih sukses bisa ditempuh dengan berbagai cara. Asalkan itu halal, semua orang pasti akan mengapresiasi. Apalagi kesuksesan yang diraih adalah buah kerja keras yang dimulai dari bawah. Dari bukan siapa-siapa, menjadi orang yang diperhitungkan.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

BANYAK contoh pengusaha sukses yang telah membuktikan diri bisa memperbaiki kualitas hidupnya kini. Dulunya hidup dalam keterbatasan, sekarang apapun bisa dibelinya. Selain kerja keras dan ketekunan, anugerah Tuhan juga tak bisa dilepaskan dari perjuangan untuk meraih sukses tersebut.
Kisah yang satu ini tergolong berbeda. Ia merajut kisah suksesnya bukan dari sebuah usaha atau perusahaan. Bisa dibilang, ia mampu menampilkan keahliannya di khalayak masyarakat dan menjadikannya pundi-pundi sumber penghasilan. Karena dirinya adalah seorang stand up komedian, atau biasa yang lebih dikenal dengan istilah komika.
Jika anda adalah penggemar setia acara stand up comedy di sebuah televisi swasta, pasti tak asing lagi dengan sosok Arif Brata. Ya, Arif adalah salah satu finalis acara televisi yang menampilkan kompetisi lucu-lucuan ini.
BKM berhasil mewawancarai Arif di sela-sela kesibukannya manggung dan syuting film. Itu pun hanya bisa dilakukan melalui media sosial. Hal tersebut dikarenakan kesibukan Arif sendiri yang kini lebih banyak menghabiskan waktunya di Bekasi dan Jakarta, tidak lagi di Makassar.
Komika bernama lengkap Arif Suryadi Brata ini juga tengah berbahagia. Sebab ia baru saja mempersunting wanita idamannya yang bernama Dewi beberapa waktu lalu.
Pria kelahiran Ujung Pandang, 11 Juli 1991 ini lahir dari ayah bernama Muh Syahid dan ibu Yulianti. Saat ini, ia lebih memilih tinggal di Bekasi karena kesibukannya yang mengharuskan beraktivitas di ibu kota.
Arif menghabiskan masa sekolahnya di Kabupaten Gowa. Ia adalah alumni SDN Limbung Putera, SMPN 1 Palangga, dan SMAN 1 Sungguminasa. Meraih gelar S1 di Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) Makassar.
Sebelum menjadi komika yang sukses seperti saat ini, ternyata Arif memiliki kehidupan yang lumayan sulit dulunya. Orang tuanya telah bercerai sejak Arif masih SMP. Perceraian orang tuanya ini menjadi hal yang berdampak besar bagi dirinya.
Di balik kesulitan ekonomi yang dirasakan, ia juga terjebak pada pergaulan yang salah. Teman-temannya seakan dengan mudah menjerumuskan Arif pada kehidupan yang sedikit bebas.
Akhirnya, Arif pun harus diasuh oleh neneknya. Neneknya inilah yang berjasa besar dalam mendidik seorang Arif. Neneknya yang akhirnya menyekolahkan Arif.
Sang nenek juga yang menjaga dan merawatnya hingga ia besar dan terbebas dari pergaulan yang salah. “Nenek saya itu sudah saya anggap seperti ibu saya sendiri,” kata Arif.
Arif juga pernah bekerja sebagai salah satu penjaga toko di sebuah pusat perbelanjaan aneka peralatan rumah tangga di Makassar. Ia bekerja sebagai Visual Marchandising (VM). VM sendiri biasanya disebut juga dengan “salesmen diam” karena mempromosikan penjualan barang yang menitikberatkan pada tampilan barang pajangan.
Karena penghasilannya yang pas-pasan dan dianggap sangat monoton, Arif kemudian memutar otak. Apalagi ia merasa bahwa saat itu dirinya memiliki bakat yang harus lebih ia kembangkan.
Akhirnya, Arif pun masuk dalam komunitas Stand Up Indomks. Di komunitas inilah awal kesuksesan karir Arif dimulai.
Kini, Arif menjadi salah satu komika tersukses di Sulsel. Tampil di kompetisi nasional dan telah berperan di beberapa film layar lebar, membuat hidupnya kini jauh berbeda dari yang dulu.
Tentu saja hal ini sangat membuat bangga keluarganya. Apalagi nenek yang selama ini telah berjuang membesarkannya.

Exit mobile version