HAQQUL yaqin wa’ainul yaqin, yang artinya gambaran perjalanan kehidupan seorang hamba senantiasa dituntut untuk berusaha menjaga, memperbaiki dan meningkatkan kualitas iman dan ketaqwaan dalam menghambakan diri kepada Allah SWT.
Itulah sosok figur Fatmawati Rusdi Masse. Sebagian harta benda miliknya disumbangkan kepada kaum kecil yang kurang mampu. Dia mensyukuri pemberian nikmat Sang Pencipta.
Tak bisa dipungkiri memang, kerja nyata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidrap ini sudah dirasakan masyarakat luas di seluruh desa dan kelurahan yang ada di 11 kecamatan.
Setiap tahun, sesibuk apapun dirinya selaku legislator di DPR RI asal Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), ia selalu saja meluangkan waktu mengunjungi kampung halamannya untuk berbagi.
Nikmat Allah SWT yang dititipkan kepadanya, ia bagikan dan sumbangkan kepada kaum dhuafa.
Bukan karena dia seorang istri bupati untuk semata-mata hal pencitraan. Tapi bagi ibu lima anak ini, berprinsip bersedekah kepada orang-orang kurang beruntung ekonominya itu adalah amal ibadah untuk bekal di akhirat kelak.
Salah satu bukti kerja nyata Fatmawati Rusdi yang sudah dirasakan manfaatnya masyarakat luas di Kabupaten Sidrap adalah program Melek Alquran. Program ini pula merupakan satu-satunya di Sulawesi Selatan dalam upaya pengentasan buta huruf Alquran.
Ide melek Alquran sudah menjadi buah bibir dan membumi di tengah masyarakat luas dan direspon positif. Pasalnya, program filosofi relegius yang punya cita-cita dan bertujuan untuk kemaslahatan umat ini adalah pengentasan buta aksara dan Alquran bagi masyarakat Sidrap. Tak hanya dirasakan oleh kalangan dewasa, tapi juga bermanfaat bagi remaja putri dan anak-anak.
“Sebenarnya, program ini sudah lama saya cetuskan. Sejak awal-awal periode pertama Bupati Sidrap H Rusdi Masse, namun baru diefektifkan sejak tahun 2014 lalu,” ungkap pemilik nama lengkap Fatmawati Azis ini.
Ide melek Alquran ini, kata Fatmawati, terbersit di pikirannya setiap ada kesempatan mengunjungi masyarakat desa dan kelurahan di wilayah 11 kecamatan. Di sana, hampir rata-rata kaum perempuan dan laki-laki tidak menghafal Alquran meski itu ayat-ayat pendek.
“Saya bersama ibu-ibu PKK Sidrap, setiap kali mengunjungi desa dan kelurahan selalu saya bertatap muka dengan masyarakat. Pasti saya pancing mereka untuk menghafal ayat-ayat pendek seperti surat Yasin, Alwaqiah dan Ar Rahman. Ternyata banyak yang diantaranya hanya tahu surat-surat Alquran itu ketika masa kecilnya mengaji. Setelah dewasa kebanyakan sudah lupa dan tidak tahu lagi mengaji,” tutur alumni Pascasarjana S1 Universitas Jayabaya tahun 2012 ini.
Dari sinilah Ibu Titi –sapaan akrab Fatmawati Rusdi– bersama tim penggerak PKK lainnya mewajibkan seluruh masyarakat Sidrap untuk pintar dan tahu mengaji. Dengan cara seperti apa? Yakni membentuk tim khusus pendampingan guru pembimbing mengaji yang ditugaskan di setiap desa ataupun kelurahan.
“Alhamdulillah, manfaatnya sangat besar dan sudah dirasakan masyarakat kita. Setiap ada safari tim penggerak PKK ke desa-desa itu kita evaluasi sejak berjalan. Hasilnya, Alhamdulillah banyak sekali perubahan. Tadinya, tidak tahu mengaji akhirnya sudah bisa membaca dan menghafal kembali Alquran,” kata alumni SMAN 1 Rappang tahun 1998 silam ini.
Dari hasil evaluasi program ini, menurut Ketua Melek Alquran tingkat Kabupaten Sidrap Syamsuddin, sejak dua tahun disosialisasikan, sedikitnya sudah ada 4.000 lebih warga Sidrap kategori dewasa telah diwisuda penamatan Alquran dengan skill aktif mengaji.
“Ini ide ibu Titi yang selalu didiskusikan. Alhamdulillah, partisipasi masyarakat Sidrap sangat tinggi. Program yang melibatkan langsung partisipasi warga ini memiliki filisofi religius dengan berusaha menghapus buta aksara Alquran di Sidrap. Ini adalah program satu-satunya dan hanya ada di Kabupaten Sidrap. Melek Alquran itu bertujuan bagaimana mayoritas umat muslim di Sidrap tahu mengaji, dan setiap saat mengamalkan ketika melaksanakan salat waktu baik di masjid-masjid maupun di rumahnya masing-masing,” ungkap Syamsuddin.
Menurutnya, program melek Alquran ini terus dikembangkan. Dalam waktu dekat, kata dia, kembali akan dilaksanakan pelatihan dan bimbingan guru mengaji pendamping di desa/kelurahan.
“Sebanyak 106 guru mengaji kita rekrut dan berikan pelatihan untuk pendampingan. Masing-masing dua orang guru mengaji ini akan ditempatkan di Kecamatan Maritengngae, Tellu Limpoe, Pitu Riawa, Pitu Riase dan Panca Lautang. Sementara kecamatan lain menyusul gelombang selanjutnya. Semua itu digratiskan,” bebernya.
Tak hanya program melek Alquran menjadi tanggung jawab pemerintah. Fatmawati juga berkeinginan bagaimana masyarakat Sidrap umumnya mengetahui tata cara mengurus jenazah hingga ke liang lahat.
“Program ini juga keinginan cita-cita Ibu Fatmawati, bagaimana masyarakat bisa mengurus jenazah sesuai syariat Islam. Karena dari safari tim PKK ke wilayah-wilayah epdesaan, juga banyak warga yang tidak tahu. Sekarang program ini tengah berjalan di kecamatan dengan tim khusus yang sudah dibentuk,” jelasnya.
Untuk program lainnya, sambung dia, Fatmawati Rusdi juga menggratiskan pengadaan buku standar yang digunakan untuk belajar mengaji yakni buku dirosah. Termasuk memberikan bantuan Alquran kepada pengurus masjid di seluruh wilayah Sidrap.
“Buku panduan standar pembelajaran Melek Alquran metode dirosah telah diberikan secara cuma-cuma. Termasuk 500 lebih masjid dan musalla dibagikan bantuan Alquran,” tandas Syamsuddin.
Fatmawati Rusdi merupakan salah satu bakal calon bupati Sidrap yang memiliki sejumlah kerja nyata di tengah masyarakat Sidrap. Antara lain program bedah rumah bagi warga miskin dan memiliki rumah yang kurang layak.
Progam ini, dikenal dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan menggelontorkan ratusan miliar untuk perbaikan sarana jalan umum dan pertanian. Dananya bersumber dari DAU pusat. Seperti perbaikan jalan nasional poros lintas provinsi dan bendungan Boya di perbatasan Sidrap-Enrekang.
Saat ini, bantuan insidentil yang terus menjadi fokus perjuangan lainnya di tingkat pusat, yakni membantu korban bencana banjir bandang di tiga desa di Kecamatan Pitu Riase. Masing-masing Desa Dengeng-dengeng, Buntubuangin dan Belawae. Bantuan perbaikan infrastruktur sarana umum berasal dari Dirjen Bina Marga Kementerian PU.
Penerapan program berbasis masyarakat kecil dan kerja nyata Fatmawati Rusdi ini mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel AGH Sanusi Baco Lc. Salah satu paling menyita perhatian adalah program pengentasan buta huruf Alquran.
“Program melek Alquran di Sidrap itu bagus. Tidak memandang usia, semua diajari mengaji. Itu pahalanya sangat besar, karena mengajarkan masyarakat dekat dengan Allah SWT,” ujar Sanusi Baco belum lama ini.
Atas program ini, angka buta Alquran pun terus mengalami penurunan drastis di Sidrap. Selain itu, sebagai legislator di DPR RI, Fatmawati juga selalu memboyong miliaran dana dari pusat hanya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sidrap.
Fakta lain seorang Fatmawati Rusdi adalah berbagi bantuan dan zakat pribadi. Wanita yang saat ini mengambil S2 di Universitas Jayabaya, setiap bulan suci ramadhan selalu memberikan bantuan paket serta menggelar pasar murah di tengah masyarakat. Kegiatan ini berdampak positif bagi rendahnya inflasi di Sidrap.
Menurut Sekkab yang juga mantan Kepala Bappeda Sidrap Sudirman Bungi, ekonomi makro Sidrap terus meningkat dewasa ini karena ditunjang dengan peningkatan ekonomi mikro masyarakat. Ekonomi keluarga dengan pendapatan perkapita masyarakat Sidrap mencapai Rp32 juta per tahun.
“Ini meningkat 3 hingga 5 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp27 juta hingga Rp30 juta per tahun. Semua ini adalah program peningkatan kesejahteraan yang terus menjadi fokus utama pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati H Rusdi Masse dan ditopang dengan kinerja Ibu Fatmawati selaku anggota DPRD Pusat,” tandasnya. (haji purmadi)
Entaskan Buta Aksara Melalui Melek Alquran
