Site icon Berita Kota Makassar

Tim NH-Aziz Semangat, IYL-Cakka Waspada, NA Menghargai

MAKASSAR, BKM — Hasil survei simulasi pasangan yang dilakukan Poltracking Indonesia, menempatkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar (NH-Aziz) pada posisi teratas, yakni 19,79 persen.
Dalam pemaparannya di Hotel Ibis, Jalan Maipa, Makassar, Minggu (24/9), Poltracking juga menempatkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di posisi kedua dengan 17,39 persen. Disusul Nurdin Abdullah-Ahmad Tanribali (NA-TBL) 16,37 persen, serta Agus-Aliyah di posisi buncit dengan 8,95 persen.
Jika simulasi tiga pasangan, kembali NH-Aziz unggul dengan memimpin 22,85 persen. Diikuti masing-masing IYL-Cakka 19,69 persen, dan NA-TBL dengan 17,14 persen.
Sedikit berbeda jika survei dilakukan hanya melibatkan dua pasangan calon, yakni NH-Aziz dan IYL-Cakka. Untuk paket head to head ini, NH-Aziz berada pada posisi 26,43 persen. Sementara IYL-Cakka 23,79 persen.
Survei Poltracking dilakukan sejak 10 hingga 17 Agustus 2017, dengan melibatkan 800 responden. Survei mengunakan metodologi stararified muslistage random sampling dengan margin off error sebesar 3,5 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Tim riset Poltracking Indonesia Iqbal Themi, menjelaskan data survei ini menunjukkan bahwa IYL dan NH adalah dua kandidat unggul dengan perebutan suara yang kompetitif. “Tingkat popularitas (dikenal) dan akseptabilitas (disukai) cenderung lebih unggul IYL. Akan tetapi NH cenderung unggul pada tingkat keterpilihan atau elektabilitas,” ujar Iqbal.
Senior Manager Riset Poltracking Indonesia Arya Budi, menambahkan bahwa untuk 12 bakal calon wakil gubernur yang ikut disurvei juga menempatkan Aziz di posisi puncak dengan elektabilitas 22,63 persen.
“Hasil ini sangat jelas, menunjukkan siapa yang mempunyai angka elektabilitas kandidat wakil gubernur tertinggi. Aziz paling unggul,” ujar Arya Budi.
Poltracking mencatat elektabilitas Rusdi Masse sebesar 11,38 persen. Disusul Andi Mudzakkar dengan 5,63 persen, Aliyah Mustika Ilham (4,09) dan Akbar Faizal (3,58) serta Abdul Rivai Ras (3,32).
Sejumlah nama lainnya juga memiliki tingkat elektabilitas rerata di atas satu persen, seperti Tanribali Lamo, Andi Nurpati, dan Burhanuddin Andi. Sementara responden yang belum menjawab ada sekitar 43,35 persen.
Juru bicara pasangan NH-Aziz Muhammad Risman Pasigai, menilai apa yang dihasilkan NH-Aziz sesuai hasil survei, menandakan jika tim pemenangan dan relawan telah bekerja dengan baik.
“Ini adalah kerja besar tim pemenangan NH -Aziz, baik dari relawan maupun dari Partai Golkar, Nasdem dan PPP. Ini adalah sesuatu yang luar biasa bagi kami. Kerja-kerja politik dan tawaran program Pak NH ternyata mendapat ekspektasi besar dari rakyat sulsel,” ujar Risman.
Menurut Risman, hasil ini menandakan jika Sulsel butuh pemimpin baru seperti NH yang penuh terobosan. “Luar biasa kerja teman-teman di lapangan. Semoga ini menjadi spirit dan semangat buat tim khususnya Partai Golkar dan Nasdem, sehingga 2018 kemenangan adalah milik kita semua. Sekali lagi terima kasih rakyat Sulsel,” ujar Risman yang juga Wakil ketua Golkar Sulsel ini.
Juru bicara pasangan IYL-Cakka, Andi Ian Latanro ikut mengapresiasi hasil survei tersebut. Pihaknya juga mewaspadai apa yang dipaparkan Poltracking. “Saya mengapresiasi itu, dan firasat saya mengatakan mungkin karena data itu yah, sehingga PAN harus dijegal orang,” ujar Ian Latanro.
Ketua tim media NA, Benyamin H Arsyad juga menanggapi hasil survei Poltracking Indonesia. “Saya mengapresiasi hasil survei Poltracking karena survei elektabilitas adalah metode ilmiah, cara akademik untuk menghitung popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas calon. Sejauh dilakukan dengan menghormati kode etik survei, patut kita hargai,” tandasnya.
Menurut Benyamin, angka elektabilitas tiga pasangan calon yang masih dalam margin of error menunjukkan kompetisi antarcalon sangat ketat. Bagi NA, hasil ini ditanggapi secara positif karena dapat memacu dirinya dan tim untuk bekerja lebih keras.
“Sampai hari ini Prof HM Nurdin Abdullah masih fokus menuntaskan amanah yang sudah diberikan sebagai bupati Bantaeng, sehingga belum turun ke daerah untuk sosialisasi. Untuk itu saya mendorong kepada seluruh relawan dan simpatisan untuk lebih semangat dalam bekerja. Hasil survei ini harus dijadikan pelecut semangat untuk kita bersama,” ujar Benyamin.
Hasil yang dipaparkan Poltracking menuai reaksi dari salah satunya bakal calon gubernur Abdul Rivai Ras. Ia menilai survei tersebut merupakan bayaran dari pihak yang menginginkan hasil terbaik. Bahkan, Bro Rivai –sapaan akrab Rivai Ras– menyebut Poltracking sebagai sebuah lembaga yang buta aksara atau tidak mampu membaca peta politik di Sulsel. Menurutnya, ada keanehan dalam hasil survei tersebut.
“Sebenarnya bukan dalam tokoh pemain. Kalau orang melakukan survei tentu ada namanya tokoh pemain. Misalnya saya tanya kepada audiens. Juga pada siapapun itu calon gubernur atau balon gubernur yang akan maju. Siapa sih yang terkenal. Pasti ada tokoh yang bermain dan disebut top of mind,” ujar Rivai di Mr Coffee Cafe Panakkukang, Minggu (24/9).
Bro Rivai menyatakan kekecewaan atas hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia yang mengekspose hasil surveinya di Hotel Ibis, Jalan Maipa, Makassar, Minggu (24/9) tanpa mengikutkan dirinya sebagai salah satu bakal calon gubernur.
“Jadi sepertinya memang ada upaya sistematis untuk mengunci saya maju di pilgub. Padahal survei saya juga bagus di lembaga lain. Kita juga biasa mengintip hasil lembaga lain, seperti Lingkaran Survei milik Danny JA. Tapi tidak seburuk itulah,” cetus Bro Rivai.
Menurut dia, hasil survei yang disampaikan oleh Poltracking tidak mampu membaca secara obyektif situasi perpolitikan di Sulsel. “Sekali lagi saya kok melihat Poltracking itu sudah tuna aksara. Menurut saya, dia harus membaca dong sebagai lembaga survei secara obyektif di Sulsel,” ujarnya.
Olehnya itu, Bro Rivai menilai hasil survei Poltracking hanya merupakan usaha salah satu balon untuk berusaha menggeser balon lain. “Tak ada survei lembaga yang bergerak secara gratis. Survei itu dibayar dulu untuk bekerja,” tandasnya. (rif)

Exit mobile version