JAKARTA, BKM — Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin. Itu berarti, suku bunga acuan BI kini turun dari 4,5 persen menjadi 4,25 persen.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Filianingsih Hendarta, kepada wartawan dalam rapat dewan Gubernur BI, akhir pekan lalu. Filianingsih berharap, agar perbankan di tanah air dapat segera menyesuaikan diri dengan menurunkan bunga kreditnya.
Dijelaskan, penurunan suku bunga acuan biasanya akan diikuti dengan turunnya bunga operasi moneter dan bunga deposito. Kemudian, suku bunga kredit juga akan mengikuti. Dengan demikian, penurunan suku bunga acuan BI hingga mencapai level 4,25 persen ini diharapkan menjadi salah satu faktor untuk mendorong intermediasi perbankan. Namun, ini tergantung intermediasi masing-masing bank.
Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan kredit hingga akhir tahun 2017 ini berada dikisaran 8 sampai 10 persen dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9 sampai 11 persen. Sedangkan ditahun 2018, pertumbuhan kredit diprediksi mencapai 9 sampai 11 persen.
Hingga Agustus 2017 secara tahunan (year on year), pertumbuhan kredit per sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah konstruksi, yakni mencapai 22,9 persen. Sektor berikutnya adalah jasa sosial sebesar 17,5 persen, listrik 12,5 persen, dan pertanian 11,4 persen. (int)
BI Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan
