MAKASSAR, BKM–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar menegaskan, bukan hal yang aneh ketika telah memasuki musim kemarau, tapi hujan masih turun. Itu semua disebabkan oleh adanya perubahan iklim.
Diperkirakan musim kemarau baru akan berakhir November nanti.
Prakirawan BMKG, Siswanto, mengatakan, setidaknya ada tiga penyebab yang mempengaruhi sehingga hujan terus turun di Makassar dan beberapa daerah lain di Sulsel. Pertama adalah adanya daerah konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Sulsel. Adanya wilayah ini menyebabkan perlambatan massa udara, sehingga uap air mudah terbentuk.
Penyebab kedua adalah Konvektif yang memiliki indeks skala 35 sampai 40. Dalam keadaan ini, konvektif kuat dan massa udara dalam keadaan labil. Sehingga keadaan tidak menentu.
Penyebab ketiga adalah kelembaban relatif (RH) permukaan udara mencapai 70 sampai 100 persen. Dalam RH seperti ini maka massa udara di lapisan 1.000 mb yang artinya dalam keadaan basah.
Kondisi seperti ini pun masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Diprediksi, pada Selasa (26/9) ini di Makassar masih akan terjadi hujan. “Besok untuk Kota Makassar diperkirakan ada peluang hujan intensitas ringan,” kata Siswanto saat ditemui pada Senin (25/9).(nug/war/c)
BMKG: Hujan Turun Karena Uap Air Mudah Terbentuk
