Site icon Berita Kota Makassar

SYL dan Bawaslu Sindir Lembaga Survei

MAKASSAR, BKM–Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) melontarkan kritik terhadap hasil survei kinerja Pemprov Sulsel yang digelar Poltracking Indonesia. SYL mengatakan, survei sah-sah saja dilakukan asal sesuai metode dan dilakukan secara objektif. Hanya saja dirinya meminta masyarakat untuk melihat sendiri hasil pembangunan di Sulsel selama hampir 10 tahun ini. “Saya tidak mau debat soal itu. Anda lihat dan rasakan saja secara faktual. Bukan secara data dan jangan tanya saya. Mudah-mudahan semua data itu bersumber dari objektif,” katanya, SYL saat ditemui di RS Islam Faisal, Senin (25/9).
Gubernur dua periode ini mengkhawatirkan jika hasil survei yang dipublish hanya untuk kepentingan politik. Terlebih tahun depan Sulsel akan menggelar Pilgub. “Kemudian dikait-kaitkan dengan Pilkada, jangan sampai untuk kepentingan politik saja,” lanjutnya.
Seperti diketahui, Poltracking merilis tingkat kepuasan terhadap kinerja SYL sebesar 60,48 persen (gabungan antara cukup puas dan sangat puas).
Hal ini tentu saja mengalami penurunan. Sebab dari beberapa hasil survei sebelumnya termasuk dari lembaga riset dan survei lainnya, kinerja SYL selalu diatas 70 persen.
Tak hanya bagi SYL, Poltracking juga menilai kinerja Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang yang berada di angka 59,21 persen. Secara kuantitatif tingkat kepuasan Wagub selisih tipis 1,27 persen di bawah gubernur. “Hasil survei kami menunjukkan persoalan di bidang infrastruktur jalan dan jembatan (20,97 persen) adalah persoalan mendasar yang dihadapi publik,” kata Senior Manajer Riset Poltracking Indonesia, Arya Budi.
Tak hanya gubernur, namun Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel La Ode Arumahi juga ikut mengkritik. Arumahi menyindir para lembaga survei manakala tidak memiliki integritas. Arumahi juga mengakui bila lembaga yang dipimpinnya tidak mampu mengawasi sepenuhnya perkembangan setiap hasil riset yang disampaikan lembaga survei kepada publik. “Lembaga survei harus memiliki integritas dan objektif dalam menyampaikan hasil survei. Sebab lembaga survei sebagian bentuk partisipasi masyarakat jadi jangan ada lembaga survei yang integritasnya dipertanyakan. Ini untuk menjaga iklim demokrasi di Sulsel,”jelas Arumahi.
Selain itu, Arumahi menilai hasil survei saat ini terlalu terburu buru sebab belum ada penetapan pasangan calon. “Jangan terburu-buru menyampaikan informasi kepada masyarakat. Harus mengedepankan etikalah serta dapat menyejukkan masyarakat,”jelasnya.
Arumahi berharap 9 bulan menjelang Pilgub, Pilwali dan Pilbup serentak suasana di Sulsel tetap kondusif.
Sementara itu, dua bakal calon gubernur Sulsel yakni Ichsan Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang belum membocorkan hasil surveinya kepublik. Bahkan lembaga yang mendampingi IYL yakni Jaringan Suara Indonesia (JSI) kukuh tak akan melilis hasil surveinya kepublik. Supervisor JSI Arif Saleh menegaskan bila hasil survei IYL-Cakka yang disetor ke DPP Gerindra tidak bisa dipublikasikan.”Survei tak bisa dipublikasikan,”ujar Arif Saleh.
Demikian pula Agus tak ingin membeberkan soal angka keterpilihannya pada lembaga yang mendampinginya. Agus yang tak lain adalah wakil Gubernur Sulsel dua periode ini hanya menegaskan bila masih ada sekitar 47 hingga 49 persen masyarakat di Sulsel yang belum menentukan pilihan.
Adapun bakal calon gubernur Nurdin Abdullah (NA) pernah unggul pada survei yang digelar Script Survei Indonesia (SSI) dan baru saja Poltracking Indonesia menempatkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar pada posisi teratas untuk tingkat keterpilihan atau elektabilitas. (rhm/rif)

Exit mobile version