MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menargetkan, Pemprov Sulsel melalui Dinas Koperasi dan UKM mampu mencetak 3.000 wirausahawan baru pada 2017.
Angka itu tiga kali lipat dari jumlah wirausahawan yang bisa dicetak saat ini.
Menurutnya, Sulsel harus terus bergerak maju. Pencapaian yang diraih saat ini harus lebih baik dibanding sebelumnya sehingga target terus ditingkatkan.
Tentu saja tugas yang diberikan gubernur bukan pekerjaan mudah yang bisa dilakukan. Namun, menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Abdul Malik Faisal, sepanjang ada usaha, fokus pada target, apa yang diharapkan bisa tercapai. Walaupun ada berbagai kendala yang dihadapi.
Menurut mantan Kabiro Umum itu, yang menjadi persoalan sekarang adalah Dinas Koperasi Sulsel masih terbentur sejumlah persoalan teknis.
“Kebanyakan para wirausahawan baru belum mengetahui secara teknis bagaimana mendapatkan modal awal untuk memulai usaha,” ungkapnya.
Menurutnya, dari sejumlah daerah yang melaksanakan pelatihan, keluhan yang utama yakni susahnya mendapatkan modal usaha awal. Padahal sebenarnya
tidak ada kendala yang dihadapi apabila mau berusaha. Wirausahawan dituntut memiliki skill yang kreatif dan didukung dengan hasil produk yang berkualitas.
“Solusinya pasti kita berikan pelatihan, bagaimana dia meningkatkan skill sehingga menghasilkan produk yang berkualitas. Dengan kualitas yang menjanjikan membuat mereka mudah dalam mendapatkan pinjaman modal awal,” tutur Malik.
Dia melanjutkan, jikaskill dan produk mereka sudah bagus, pihaknya akan memperkenalkan para wirausahawan itu dengan penjamin modal, seperti pihak perbankan atau koperasi simpan pinjam.
Malik mencatat, hingga kini, sebanyak 3140 wirausahawan baru mendapatkan pelatihan khusus dari Dinas Koperasi di seluruh daerah Sulawesi Selatan.
Sebanyak 3.140 wirausahawan itu mendapatkan sertifikat apabila produk mereka dinyatakan lulus seleksi. Sertifikat itulah menjadi modal untuk memudahkan mereka mendapatkan modal awal.
“Kami sudah melakukan pelatihan ke beberapa daerah, dan mereka yang lolos dalam pelatihan tersebut akan mendapatkan sertifikat yang nantinya memudahkan mereka dalam mendapatkan modal awal,” lanjutnya. (rhm)
Wirausahawan Baru Keluhkan Akses Permodalan
