WAJO, BKM — Bupati Wajo, H Andi Burhanuddin Unru mengaku Danau Tempe di kabupaten Wajo termasuk danau yang sudah kritis.
Dalam pemaparanya, Bupati menjelaskan kondisi Danau Tempe yang sebagian besar luasnya masuk wilayah Kabupaten Wajo mengalami pendagkalan. Sehingga sebagian wilayahnya sudah terkonversi menjadi daratan permanen.
Menurut Bupati apabila musim kemarau tiba, luas wilayah danau tersebut berkisar 13 ribu hektare. Sedangkan jika terjadi musim hujang luas danau tersebut membengkak hingga 43 ribu hektare.
“Belum lagi kerusakan ekosistem akibat masyarakat yang tidak menerapkan kearifan lokal seperti makkaja cappiang, bungka’ toddo, dan makkaja lalla dalam hal penangkapan dan penangkaran ikan,” ungkap Burhanuddin saat menghadiri Konfrensi Danau Nusantara di Gorontalo, Jumat (22/9) lalu.
Pelaksanaan Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) yang digelar di Gorontalo,21-25 September 2017 dihadiri enam kepala daerah. Bupati Gorontalo Nelson Pomalinggo, Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Semarang Mundjirin ES, Wakil Bupati Bangli Barat Sang Nyoman Sedana Arta, dan Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria. (*)