SIDRAP, BKM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan anak putus sekolah (APS).
Kadisdikbud Sidrap, Nur Kanaah saat ditemui, Selasa, (26/9) mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengatasi anak putus sekolah. Satgas dibentuk di setiap kecamatan, tugas dari Satgas yaitu melakukan pendataan, sekaligus pendampingan terhadap anak putus sekolah.
Nur Kanaah menilai keberadaan Satgas ini cukup penting. Satgas ini melibatkan berbagai unsur dan sejumlah komponen yang berperan di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.
“Mulai dari camat, kepala UPT pendidikan kecamatan hingga kepala desa dan dusun diajak untuk terlibat langsung dalam penanggulangan anak putus sekolah,” katanya.
Nur Kanaah melanjutkan, selain melakukan pendataan, salah satu tugas yang cukup penting dari Satgas ini adalah melakukan pendampingan sekaligus memberikan dorongan kepada anak putus sekolah maupun keluarganya agar mau melanjutkan sekolah.
“Jadi ada mekanisme komunikasi yang harus dilakukan oleh Satgas tersebut. Mereka harus mampu membujuk dan memberikan pengertian tentang pentingnya melanjutkan sekolah, apalagi mereka yang masuk usia Wajar Dikdas sembilan tahun,” lanjutnya.
Satgas ini juga harus mampu berkomunikasi dengan sekolah dalam menjembatani anak putus sekolah. “Selain memberi motivasi, satgas juga harus memastikan pihak sekolah bersedia menampung anak putus sekolah yang ingin bersekolah lagi,” imbuhnya.
Nur Kanaah juga berharap agar masyarakat, turut serta membantu program ini dan segera melaporkan jika di linggkungannya ada anak usia sekolah yang tidak sekolah atau putus sekolah. “Kalo bisa turut mengingatkan agar anak-anak tetap sekolah,” harapnya.
Kepala Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikbud Sidrap, Muh Nur mengatakan, Disdikbud Sidrap saat ini mencatat sekitar 300 orang usia 12 hingga 20 yang putus sekolah. Itu terdiri dari laki-laki 191, dan 109 perempuan.
“Kita sediakan program paket A, B, dan C. Sementara untuk pendidikan formal disediakan SMP terbuka yakni di SMPN 4 Maritenggae, dan SMPN 2 Panca Lautang. Tinggal mereka mau pilih yang mana,” tandasnya. (ady/C)
Disdik Bentuk Satgas Penanggulangan APS
