MAKASSAR, BKM– Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, melakukan pengawasan terkait pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017 di gedung DPRD Kota Makassar. Kopel memprediksi banyak anggaran akan bertambah.
Bertambahnya usulan anggaran dan berpotensi di mark up jelas Koordinator Kopel Sulsel, Musaddaq, seperti anggaran makan minum, belanja ATK, perjalanan dinas, Sosialisasi dan biaya Kegiatan lainnya.
“Anggaran yang akuntabilitasnya naik dan berpotensial dimark up misalnya makan minum, belanja ATK, perjalanan dinas SKPD. Kami mensiyalir dewan akan setujui itu,” katanya.
Selain itu, tambah Dadang sapaan akrabnya, di APBD-P bakal ada anggaran yang mengalami kenaikan serta penyerasian.
“Wajar, jika memang kondisinya membutuhkan penambahan, karena ada kondisi yang tidak memungkinkan di lapangan misalnya ada bencana alam, atau ada fluktuasi harga yang terjadi pada saat perencanaan awal,” ucapnya.
Ia juga berharap walaupun ada penambahan anggaran, jangan mengutamakan kepentingan pribadi dibanding kepentingan rakyat. Seperti program yang diusulkan tidak memasukkan kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat.
“Ada penambahan boleh, akan tetapi penambahan anggaran tersebut tetap harus memperhatikan skala prioritas. Makanya DPRD harus teliti jangan sampai kecolongan,” terangnya.
Kekhawatiran Kopel dijawab anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar. Mereka bakal menyusutkan kebutuhan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berlebihan.
“Ini baru usulan mereka dan belum dibahas di dalam rapat. Jadi belum tahu anggaran apa nanti yang bakal di pangkas atau item apa nanti yang bakal ditambah,” ungkap anggota Banggar, Hamzah Hamid Di gedung DPRD Makassar, Selasa (26/9).
Legislator Fraksi PAN ini juga menuturkan, bakal melihat perkembangan saat rapat nantinya, sebab substansinya pembahaan APBD Perubahan hanya untuk menyerasikan anggaran yang diusulkan tahun ini dengan anggaran sebelumnya.
“Tergantung perkembang rapat nanti entah ditambah atau diubah, intinya kita lihat saja kepentingan usulan anggaran itu, kita akan utamakan anggaran yang fundamental dan krudisial dan urgen untuk masyarakat,” ujarnya. (ita)
