MAKASSAR, BKM–Para bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur yang diundang untuk mengikuti simposium di Four Poin Sheraton Hotel Jalan Landak Baru, Rabu (27/9) bisa saja namanya tidak dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat manakala tak hadir.
Meski mengikuti simposium bukanlah merupakan syarat, namun untuk penilaian tentu ada pertimbangan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel sebelum nama tersebut dikirim ke DPP.
Sekretaris Tim Desk tim Desk Pilkada Demokrat Sulsel Jepri Y Timbo mengemukakan bila hal tersebut bahwa menghadiri simposium bukan menjadi syarat untuk diusung di Pilgub Sulsel. “Iya karena simposium ini dilaksanakan untuk mengetahui konsep dan pandangan para bakal calon gubernur usungan Demokrat pada Pilgub Sulsel 2018 nanti,”ujar Jefri Y Timbo yang sedang mengikuti Rakornas Demokrat di Jakarta Selasa (26/9) kemarin.
Jepri yang juga wakil sekretaris Demokrat Sulsel mengemukakan bila pelaksanaan simposium hanya kretarifitas DPD dan Tim Desk Pilkada bersama sejumlah akademisi, praktisi dan komponen yang terlibat dalam tim penguji dan bukan merupakan instruksi dari DPP.
Terkait adanya bakal calon yang dikabarkan langsung melakukan lobi ke DPP Demokrat, Jefry tidak ingin menanggapi. Alasannya, hal itu merupakan domain DPP dengan kandidat tertentu.
Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah Erbe juga menanggapi manakala ada bakal calon yang tak hadir, maka namanya tak akan dikirim ke DPP. “Yang perlu diingat, DPP tidak langsung mengeluarkan surat keputusan (SK) sebelum meminta pertimbangan dari kami di DPD. Kalau ada yang langsung ke DPP, silahkan saja,”jelas Ni’matullah yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Sesuai undangan yang ditandatangani Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe dan sekretaris DPD Syamsu Rizal MI sebanyak empat bakal calon gubernur yang diundang masing-masing Nurdin Halid, Nurdin Abdullah, Abd Rivai Ras dan Agus Arifin Nu’mang, sementara untuk bakal calon wakil gubernur diundang yakni Ni’matullah, Aliyah Mustika Ilham, Ahmad Taribali Lamo, Andi Nurpati dan Abd Aziz Qahhar Mudzakkar.
Simposium menghadirkan sejumlah pakar diantaranya Prof dr Taruna Ikrar, Prof dr Irawan Yusuf, Prof DR Hamdan Juhanis, Dr ed Farida Ohan, Dr Tasrif Surungan, Dr Hatta Jamil serta Erwin Aksa.
Hingga berita ini dibuat baru Abd Rivai Ras dan Nurdin Abdullah (NA) yang sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir. NA mengakui tidak mempersiapkan terlalu banyak untuk simposium Partai Demokrat. “Biasa saja persiapannya,” kata NA.
Sebelumnya, Bro Rivai-panggilan akrab Abd Rivai Ras juga telah menyatakan kesiapannya untuk hadir diacara simposium yang digelar partai yang dipimpin SBY ini.
Adapun Nurdin Halid juga dikabarkan tak bisa hadir. Juru bicara NH-Aziz Muhammad Risman Pasigai mengaku kemungkinan besar NH tidak hadir karena akan mengikuti rapat di DPP Golkar. Kemungkinan tak hadir karena akan mengikuti rapat di DPP Golkar di Jakarta,”ujar Rusman. (rif)
Tak Ikut Simposium Demokrat, Nama Balon tak di Kirim ke DPP
